Halaman

    Social Items

Cerita Pengalaman Sex Panas Pertamaku Saat SMP, Ini kisah nyata pengalamanku beberapa tahun yang lalu. Pengalaman sex pertama tak kuduga yang terjadi ketika aku masih gadis SMP, tepatnya ketika baru saja akan masuk kelas 2 SMP. Hubungan sex itu terjadi bersama teman papaku yang bernama Om Bayu. Karena hubungan yang sudah sangat dekat dengan Om Bayu, ia sudah dianggap seperti saudara sendiri di rumahku. Om Bayu wajahnya sangat tampan, wajahnya tampak jauh lebih muda dari ayahku, karena memang usianya berbeda agak jauh, usia Om Bayu ketika itu sekitar 28 tahun. Selain tampan, Om Bayu memiliki tubuh yang tinggi tegap, dengan dada yang bidang.


Kejadian ini bermula ketika liburan semester, waktu itu kedua orang tuaku harus pergi ke Madiun karena ada perayaan pernikahan saudara. Karena kami dan Om Bayu cukup dekat, maka aku minta kepada orang tuaku untuk menginap saja di rumah Om Bayu yang tidak jauh dari rumahku selama 5 hari itu. Om Bayu sudah menikah, tetapi belum punya anak. Istrinya adalah seorang karyawan perusahaan swasta, sedangkan Om Bayu tidak mempunyai pekerjaan tetap. Dia adalah seorang makelar mobil. Hari-hari pertama kulewati dengan ngobrol-ngobrol sambil bercanda-ria, setelah istri Om Bayu pergi ke kantor. Om Bayu sendiri karena katanya tidak ada order untuk mencari mobil, jadi tetap di rumah sambil menunggu telepon kalau-kalau ada langganannya yang mau mencari mobil. Untuk melewatkan waktu, sering juga kami bermain bermacam permainan seperti halma, atau monopoli, karena memang Om Bayu orangnya sangat pintar bergaul dengan siapa saja.


Ketika suatu hari, setelah makan siang, tiba-tiba Om Bayu berkata kepadaku, “Rin.. kita main dokter- dokteran yuk.., sekalian Rini, Om periksa beneran, mumpung gratis”.

Memang kata ayah dahulu Om Bayu pernah kuliah di fakultas kedokteran, namun putus di tengah jalan karena menikah dan kesulitan biaya kuliah.

“Ayoo..”, sambutku dengan polos tampa curiga.

Kemudian Om Bayu mengajakku ke kamarnya, lalu mengambil sesuatu dari lemarinya, rupanya ia mengambil stetoskop, mungkin bekas yang dipakainya ketika kuliah dulu. Situs Slot Online Terbaik

“Nah Rin, kamu buka deh bajumu, terus tiduran di ranjang”.

Mula-mula aku agak ragu-ragu. Tapi setelah melihat mukanya yang bersungguh-sungguh akhirnya aku menurutinya.

“Baik Om”, kataku, lalu aku membuka kaosku, dan mulai hendak berbaring.

Namun Om Bayu bilang, “Lho.. BH-nya sekalian dibuka dong.., biar Om gampang meriksanya”.

Aku yang waktu itu masih polos, dengan lugunya aku membuka BH-ku, sehingga kini terlihatlah buah dadaku yang masih mengkal.

“Wah.., kamu memang benar-benar cantik Rin..”, kata Om Bayu.

Kulihat matanya tak berkedip memandang buah dadaku, dan aku hanya tertunduk malu.

Setelah telentang di atas ranjang, dengan hanya memakai rok mini saja, Om Bayu mulai memeriksaku. Mula-mula di tempelkannya stetoskop itu di dadaku, rasanya dingin, lalu Om Bayu menyuruhku bernafas sampai beberapa kali, setelah itu Om Bayu mencopot stetoskopnya. Kemudian sambil tersenyum kepadaku, tangannya menyentuh lenganku, lalu mengusap-usapnya dengan lembut.

“Waah.. kulit kamu halus ya, Rin.. Kamu pasti rajin merawatnya”, katanya. Aku diam saja, aku hanya merasakan sentuhan dan usapan lembut Om Bayu.

Kemudian usapan itu bergerak naik ke pundakku. Setelah itu tangan Om Bayu merayap mengusap perutku. Aku hanya diam saja merasakan perutku diusap-usapnya, sentuhan Om Bayu benar-benar terasa lembut, dan lama- kelamaan terus terang aku mulai jadi agak terangsang oleh sentuhannya, sampai- sampai bulu tanganku merinding dibuatnya. Lalu Om Bayu menaikkan usapannya ke pangkal bawah buah dadaku yang masih mengkal itu, mengusap mengitarinya, lalu mengusap buah dadaku. Ih.., baru kali ini aku merasakan yang seperti itu, rasanya halus, lembut, dan geli, bercampur menjadi satu. Namun tidak lama kemudian, Om Bayu menghentikan usapannya. Dan aku kira.. yah, hanya sebatas ini perbuatannya. Tapi kemudian Tom Bayu bergerak ke arah kakiku.

“Nah.., sekarang Om periksa bagian bawah yah..”, katanya. Setelah diusap-usap seperti tadi yang terus terang membuatku agak terangsang, aku hanya bisa mengangguk pelan saja. Saat itu aku masih mengenakan rok miniku, namun tiba-tiba Om Bayu menarik dan meloloskan celana dalamku. Tentu saja aku keget setengah mati.

“Ih.., Om kok celana dalam Rini dibuka..?”, kataku dengan gugup.

“Lho.., khan mau diperiksa.., pokoknya Rini tenang aja..”, katanya dengan suara lembut sambil tersenyum, namun tampaknya mata dan senyum Om Bayu penuh dengan maksud tersembunyi. Tetapi saat itu aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa.

Setelah celana dalamku diloloskan oleh Om Bayu, dia duduk bersimpuh di hadapan kakiku. Matanya tak berkedip menatap vaginaku yang masih mungil, dengan bulu-bulunya yang masih sangat halus dan tipis. Lalu kedua kakiku dinaikkan ke pahanya, sehingga pahaku menumpang di atas pahanya. Lalu Om Bayu mulai mengelus-elus betisku, halus dan lembut sekali rasanya, lalu diteruskan dengan perlahan-lahan meraba- raba pahaku bagian atas, lalu ke paha bagian dalam. Hii.., aku jadi merinding rasanya.

“Ooomm..”, suaraku lirih.

“Tenang sayang.., pokoknya nanti kamu merasa nikmat..”, katanya sambil tersenyum.

Om Bayu lalu mengelus- elus selangkanganku, perasaanku jadi makin tidak karuan rasanya.

Kemudian, dengan jari telunjuknya yang besar, Om Bayu menggesekkannya ke bibir vaginaku dari bawah ke atas.

“aahh.., Ooomm..”, jeritku lirih.

“Ssstt.., hmm.., nikmat.., kan..?”, katanya.

Mana mampu aku menjawab, malahan Om Bayu mulai meneruskan lagi menggesekkan jarinya berulang-ulang. Tentu saja ini membuatku makin tidak karuan, aku menggelinjang- gelinjang, menggeliat- geliat ke sana-ke mari.

“Ssstthh.., aahh.., Ooomm.., aahh..”, eranganku terdengar lirih, dunia serasa berputar-putar, kesadaranku bagaikan terbang ke langit. Vaginaku rasanya sudah basah sekali karena aku memang benar-benar sangat terangsang sekali.

Setelah Om Bayu merasa puas dengan permainan jarinya, dia menghentikan sejenak permainannya itu, tapi kemudian wajahnya mendekati wajahku, aku yang belum berpengalaman sama sekali, dengan pikiran yang antara sadar dan tidak sadar, hanya bisa melihatnya pasrah tanpa mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi. Wajahnya semakin dekat, kemudian bibirnya mendekati bibirku, lalu ia mengecupku dengan lembut, rasanya geli, lembut, dan basah. Namun Om Bayu bukan hanya mengecup, ia lalu melumat habis bibirku sambil memainkan lidahnya, Hii.., rasanya jadi makin geli.., apalagi ketika lidah Om Bayu memancing lidahku, sehingga aku tidak tahu kenapa, secara naluri jadi terpancing, sehingga lidahku dengan lidah Om Bayu saling bermain, membelit-belit, tentu saja aku jadi semakin nikmat kegelian.

Kemudian Om Bayu mengangkat wajahnya dan memundurkan badannya. Entah permainan apa lagi yang akan diperbuatnya pikirku, aku toh sudah pasrah. Dan eh.., gila.., tiba-tiba badannya dimundurkan ke bawah dan Om Bayu tengkurap di antara kedua kakiku yang otomatis terkangkang, kepalanya berada tepat di atas kemaluanku dan Om Bayu dengan cepat menyeruakkan kepalanya ke selangkanganku, kedua pahaku dipegangnya dan diletakkan di atas pundaknya, sehingga kedua paha bagian dalamku seperti menjepit kepala Om Bayu. Aku sangat terkejut dan mencoba memberontak, akan tetapi kedua tangannya memegang pahaku dengan kuat, lalu tanpa sungkan- sungkan lagi Om Bayu mulai menjilati bibir vaginaku.

“aa.., Ooomm..!”, aku menjerit, walaupun lidah Om Bayu terasa lembut, namun jilatannua itu terasa menyengat vaginaku dan menjalar ke seluruh tubuhku, namun Om Bayu yang telah berpengalaman itu, justru menjilati habis- habisan bibir vaginaku, lalu lidahnya masuk ke dalam vaginaku, dan menari-nari di dalam vaginaku. Lidah Om Bayu mengait-ngait ke sana-ke mari menjilat- jilat seluruh dinding vaginaku. Tentu saja aku makin menjadi-jadi, badanku menggeliat- geliat dan terhentak- hentak, sedangkan kedua tanganku mencoba mendorong kepalanya dari kemaluanku. Akan tetapi usahaku itu sia-sia saja, Om Bayu terus melakukan aksinya dengan ganas. Aku hanya bisa menjerit-jerit tidak karuan.

“aahh.., Ooomm.., jaangan.., jaanggann.., teerruskaan.., ituu.., aa.., aaku.., nndaak.., maauu.., geellii.., stoopp.., tahaann.., aahh!”.

Aku menggelinjang- gelinjang seperti kesurupan, menggeliat ke sana-ke mari antara mau dan tidak biarpun ada perasaan menolak akan tetapi rasa geli, bercampur dengan kenikmatan yang teramat sangat mendominasi seluruh badanku. Om Bayu dengan kuat memeluk kedua pahaku di antara pipinya, sehingga walaupun aku menggeliat ke sana-ke mari, namun Om Bayu tetap mendapatkan yang diinginkannya. Jilatan- jilatan Om Bayu benar- benar membuatku bagaikan orang lupa daratan, vaginaku sudah benar-benar banjir dibuatnya, hal ini membuat Om Bayu menjadi semakin liar, ia bukan cuma menjilat- jilat, bahkan menghisap, menyedot-nyedot vaginaku. Cairan lendir vaginaku bahkan disedot Om Bayu habis-habisan. Sedotan Om Bayu di vaginaku sangat kuat, membuatku jadi samakin kelonjotan.

Kemudian Om Bayu sejenak menghentikan jilatannya. Dengan jarinya ia membuka bibir vaginaku, lalu di sorongkan sedikit ke atas. Aku saat itu tidak tahu apa maksud Om Bayu, rupanya Om Bayu mengincar clitorisku. Dia menjulurkan lidahnya, lalu dijilatnya clitorisku.

“aahh..”, tentu saja aku menjerit keras sekali, aku merasa seperti kesetrum, karena ternyata itu bagian yang paling sensitif buatku. Begitu kagetnya aku merasakannya, aku sampai menggangkat pantatku. Om Bayu malah menekan pahaku ke bawah, sehingga pantatku nempel lagi ke kasur, dan terus menjilati clitorisku sambil dihisap- hisapnya.

“aa.., Ooomm.., aauuhh.., aahh!”, jeritku semakin menggila. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang teramat sangat, yang ingin keluar dari dalam vaginaku, seperti mau pipis, dan aku tak kuat menahannya, namun Om Bayu yang sepertinya sudah tahu, malahan menyedot clitorisku dengan kuatnya.

“Ooomm.., aa!”, tubuhku terasa tersengat tegangan tinggi, seluruh tubuhku menegang, tak sadar kujepit dengan kuat pipi Om Bayu dengan kedua pahaku di selangkanganku. Lalu tubuhku bergetar bersamaan dengan keluarnya cairan vaginaku banyak sekali, dan tampaknya Om Bayu tidak menyia-nyiakannya disedotnya vaginaku, dihisapnya seluruh cairan vaginaku. Tulang- tulangku terasa luluh lantak, lalu tubuhku terasa lemas sekali. Aku tergolek lemas. Situs Slot Online Terpercaya

Om Bayu kemudian bangun dan mulai melepaskan pakaiannya. Aku, yang baru pertama kali mengalami orgasme, merasakan badanku lemas tak bertenaga, sehingga hanya bisa memandang saja apa yang sedang dilakukan oleh Om Bayu. Mula-mula Om Bayu membuka kemejanya yang dilemparkan ke sudut kamar, kemudian secara cepat dia melepaskan celana panjangnya, sehingga sekarang dia hanya memakai CD saja. Aku agak ngeri juga melihat badannya yang tinggi besar itu tidak berpakaian. Akan tetapi ketika tatapan mataku secara tak sengaja melihat ke bawah, aku sangat terkejut melihat tonjolan besar yang masih tertutup oleh CD- nya, mecuat ke depan. Kedua tangan Om Bayu mulai menarik CD-nya ke bawah secara perlahan- lahan, sambil matanya terus menatapku.

Pada waktu badannya membungkuk untuk mengeluarkan CD-nya dari kedua kakinya, aku belum melihat apa-apa, akan tetapi begitu Om Bayu berdiri tegak, darahku mendadak serasa berhenti mengalir dan mukaku menjadi pucat karena terkejut melihat benda yang berada di antara kedua paha atas Om Bayu. Benda tersebut bulat panjang dan besar dengan bagian ujungnya yang membesar bulat berbentuk topi baja tentara. Benda bulat panjang tersebut berdiri tegak menantang ke arahku, panjangnya kurang lebih 20 cm dengan lingkaran sebesar 6 cm bagian batangnya dilingkarin urat yang menonjol berwarna biru, bagian ujung kepalanya membulat besar dengan warna merah kehitam- hitaman mengkilat dan pada bagian tengahnya berlubang di mana terlihat ada cairan pada ujungnya. Rupanya begitu yang disebut kemaluan laki-laki, tampaknya menyeramkan. Aku menjadi ngeri, sambil menduga-duga, apa yang akan dilakukan Om Bayu terhadapku dengan kemaluannya itu.

Melihat ekspresi mukaku itu, Om Bayu hanya tersenyum-senyum saja dan tangan kirinya memegang batang kemaluannya, sedangkan tangan kanannya mengelus-elus bagian kepala kemaluannya yang kelihatan makin mengkilap saja. Om Bayu kemudian berjalan mendekat ke arahku yang masih telentang lemas di atas tempat tidur. Kemudian Om Bayu menarik kedua kakiku, sehingga menjulur ke lantai sedangkan pantatku berada tepat di tepi tempat tidur. Kedua kakiku dipentangkannya, sehingga kedua pahaku sekarang terbuka lebar. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, karena badanku masih terasa lemas. Mataku hanya bisa mengikuti apa yan sedang dilakukan oleh Om Bayu.

Kemudian dia mendekat dan berdiri tepat diantara kedua pahaku yang sudah terbuka lebar itu. Dengan berlutut di lantai di antara kedua pahaku, kemaluannya tepat berhadapan dengan kemaluanku yang telah terpentang itu. Tangan kirinya memegang pinggulku dan tangan kanannya memegang batang kemaluannya. Kemudian Om Bayu menempatkan kepala kemaluannya pada bibir kemaluanku yang belahannya kecil dan masih tertutup rapat. Kepala kemaluannya yang besar itu mulai digosok-gosokannya sepanjang bibir kemaluanku, sambil ditekannya perlahan- lahan. Suatu perasaan aneh mulai menjalar ke kesuluruhan tubuhku, badanku terasa panas dan kemaluanku terasa mulai mengembung, aku agak menggeliat-geliat kegelian atas perbuatan Om Bayu itu dan rupanya reaksiku itu makin membuat Om Bayu makin terangsang. Dengan mesra Om Bayu memelukku, lalu mengecup bibirku.

“Gimana Rin.., nikmat khan..?”, bisik Om Bayu mesra di telingaku, namun aku sudah tak mampu menjawabnya, nafasku tinggal satu- satu, aku hanya bisa mengangguk sambil tersipu malu. Aku sudah tidak berdaya diperlakukan begini oleh Om Bayu dan tidak pernah kusangka, karena sehari-hari Om Bayu sangat sopan dan ramah.

Selanjutnya tangan Om Bayu yang satu merangkul pundakku dan yang satu di bawah memegang penisnya sambil digosok-gosokkan ke bibir kemaluanku, hal ini makin membuatku menjadi lemas ketika merasakan kemaluan yang besar menyentuh bibir kemaluanku, aku merasa takut tapi kalah dengan nikmatnya permainan Om Bayu, di samping pula ada perasaan bingung yang melanda pikiranku. Kemaluan Om Bayu yang besar itu sudah amat keras dan kakiku makin direnggangkan oleh Om Bayu sambil salah satu dari pahaku diangkat sedikit ke atas. Aku benar-benar setengah sadar dan pasrah tanpa bisa berbuat apa-apa. Kepala kemaluannya mulai ditekan masuk ke dalam lubang kemaluanku dan dengan sisa tenaga yang ada aku mencoba mendorong badan Om Bayu untuk menahan masuknya kemaluannya itu, tapi Om Bayu bilang tidak akan dimasukkan semua cuma ditempelkan saja. Saya membiarkan kemaluannya itu ditempelkan di bibir kemaluanku.

Tapi selang tak lama kemudian perlahan- lahan kemaluannya itu ditekan-tekan ke dalam lubang vaginaku, sampai kepala penisnya sedikit masuk ke bibir dan lubang vaginaku. Kemaluanku menjadi sangat basah, dengan sekali dorong kepala penis Om Bayu ini masuk ke dalam lubang vaginaku, gerakan ini membuatku terkejut karena tidak menyangka Om Bayu akan memasukan penisnya ke dalam kemaluanku seperti apa yang dikatakan olehnya. Sodokkan penis Om Bayu ini membuat kemaluanku terasa mengembang dan sedikit sakit, seluruh kepala penis Om Bayu sudah berada di dalam lubang kemaluanku dan selanjutnya Om Bayu mulai menggerakkan kepala penisnya masuk dan keluar dan selang sesaat aku mulai menjadi biasa lagi, perasaan nikmat mulai menjalar ke seluruh tubuhku, terasa ada yang mengganjal dan membuat kemaluanku serasa penuh dan besar, tampa sadar dari mulutku keluar suara, “Ssshh.., sshh.., aahh. oohh.., Ooomm.., Ooomm.., eennaak.., eennaak! Aku mulai terlena saking nikmatnya dan pada saat itu, tiba-tiba Om Bayu mendorong penisnya dengan cepat dan kuat, sehingga penisnya menerobos masuk lebih dalam lagi dan merobek selaput daraku dan akupun menjerit karena terasa sakit pada bagian dalam vaginaku oleh penis Om Bayu yang terasa membelah kemaluanku.

“aadduuhh.., saakkiitt.., Ooomm.., sttoopp.., sttoopp.., jaangaan.., diterusin”, aku meratap dan kedua tanganku mencoba mendorong badan Om Bayu, tapi sia- sia saja. Om Bayu mencium bibirku dan tangannya yang lain mengelus-elus buah dadaku untuk menutupi teriakan dan menenangkanku. Tangannya yang lain menahan bahuku sehingga aku tidak dapat berkutik. Badanku hanya bisa menggeliat-geliat dan pantatku kucoba menarik ke atas tempat tidur untuk menghindari tekanan penis Om Bayu ke dalam liang vaginaku, tapi karena tangan Om Bayu menahan pundakku, maka aku tidak dapat menghindari masuknya penis Om Bayu lebih dalam ke liang vaginaku. Rasa sakit masih terasa olehku dan Om Bayu membiarkan penisnya diam saja tanpa bergerak sama sekali untuk membuat kemaluanku terbiasa dengan penisnya yang besar itu.

“Om.., kenapa dimasukkan semua, kan.., janjinya hanya digosok-gosok saja?”, kataku dengan memelas, tapi Om Bayu tidak bilang apa-apa hanya senyum- senyum saja.

Aku merasakan kemaluan Om Bayu itu, terasa besar dan mengganjal rasanya memadati seluruh relung-relung di dalam vaginaku. Serasa sampai ke perutku karena panjangnya penis Om Bayu tersebut. Waktu saya mulai tenang, Om Bayu kemudian mulai memainkan pinggulnya maju mundur sehingga penisnya memompa kemaluanku. Badanku tersentak-sentak dan menggelepar-gelepar, sedang dari mulutku hanya bisa keluar suara, “Ssshh.., sshh.., oohh.., oohh”, dan tiba-tiba perasaan dahsyat melanda keseluruhan tubuhku, bayangan hitam menutupi seluruh pandanganku, sesaat kemudian kilatan cahaya serasa berpendar di mataku. Sensasi itu sudah tidak bisa dikendalikan lagi oleh pikiran normalku, seluruh tubuhku diliputi sensasi yang siap meledak. Buah dadaku terasa mengeras dan puting susuku menegang ketika sensasi itu kian menguat, membuat tubuhku terlonjak-lonjak di atas tempat tidur. Seluruh tubuhku meledak dalam sensasi, jari-jariku menggengam alas tempat tidur erat-erat, tubuhku bergetar, mengejang, meronta di bawah tekanan tubuh Om Bayu ketika aku mengalami orgasme yang dahsyat. Aku merasakan kenikmatan berdesir dari vaginaku, menghantarkan rasa nikmat ke seluruh tubuhku selama beberapa detik terasa tubuhku melayang- layang dan tak lama kemudian terasa terhempas lemas tak bedaya, tergeletak lemah di atas tempat tidur dengan kedua tangan yang terentang dan kedua kaki terkangkang menjulur di lantai.

Melihat keadaanku Om Bayu makin terangsang, sehingga dengan ganasnya dia mendorong pantatnya menekan pinggulku rapat-rapat, sehingga seluruh batang penisnya terbenam dalam kemaluanku. Aku hanya bisa menggeliat lemah karena setiap tekanan yang dilakukannya, terasa clitorisku tertekan dan tergesek-gesek oleh batang penisnya yang besar dan berurat itu. Hal ini menimbulkan kegelian yang tidak terperikan. Hampir sejam lamanya Om Bayu mempermainkanku sesuka hatinya, dan saat itu pula aku beberapa kali mengalami orgasme dan setiap itu terjadi, selama 1 menit aku merasakan vaginaku berdenyut-denyut dan menghisap kuat penis Om Bayu, sampai akhirnya pada suatu saat Om Bayu berbisik dengan sedikit tertahan, “Ooohh.., Riinn.., Riinn.., aakkuu.., maau.., keluar!, Ooohh.., aahh.., hhmm.., oouuhh!”.

Tiba-tiba Om Bayu bangkit dan mengeluarkan penisnya dari vaginaku. Sedetik kemudian, “Ccret.., crett.., crett”, spermanya berloncatan dan tumpah tepat di atas perutku. Tangannya dengan gerakan sangat cepat mengocok-ngocok batang penisnya seolah ingin mengeluarkan semua spermanya tanpa sisa.

“aahh..”, Om Bayu mendesis panjang dan kemudian menarik napas lega. Dibersihkannya sperma yang tumpah di perutku. Setelah itu kami tergolek lemas sambil mengatur napas kami yang masih agak memburu sewaktu mendaki puncak kenikmatan tadi. Dipandanginya wajahku yang masih berpeluh untuk kemudian disekanya. Dikecupnya lembut bibirku dan tersenyum.

“Terima kasih, sayang..”, bisik Om Bayu dengan mesra. Dan akhirnya aku yang sudah amat lemas terlelap di pelukan Om Bayu.

Setelah kejadian itu, pada mulanya aku benar-benar merasa gamang, perasaan- perasan aneh berkecamuk dalam diriku, walaupun ketika waktu itu, saat aku bangun dari tidurku Om Bayu telah berupaya menenangkanku dengan lembut. Namun entah kenapa, setelah beberapa hari kemudian, kok rasanya aku jadi kepengin lagi, memang kalau diingat-ingat sebenarnya nikmat juga sih. Jadi sepulang sekolah aku mampir ke rumah Om Bayu, tentu saja aku malu mengatakannya, aku hanya pura-pura ngobrol ke sana-ke mari, sampai akhirnya Om Bayu menawarkan lagi untuk main-main seperti kemarin dulu, barulah aku menjawabnya dengan mengangguk malu-malu. Begitulah akhir cerita dewasa ini, kisah pengalaman pertama kalinya aku merasakan kenikmatan hubungan seks.

Cerita Pengalaman Sex Panas Pertamaku Saat SMP

Cerita Sex Panas Jual Keperawanan Namaku Tina. Usiaku 16 tahun. Aku sekolah di sebuah SMU swasta terkenal di Surabaya. Sudah hampir setahun ini hidupku penuh berisi kesenangan kesenangan yang liar. Dugem, ineks dan seks bebas. Sampai akhirnya aku terjerumus dalam ambang kehancuran. Terombangambing dalam ketidak pastian. Aku bingung apa yang kucari. Aku bingung harus kemana arah dan tujuanku. Apa yang selama ini kulakukan tidak memberikan kemajuan yang positif. Bahkan aku nyaris gila. Siapakah aku ini? Sejujurnya aku menyesali kondisiku yang seperti ini.


Keterlibatanku dengan narkoba telah membawaku ke dalam kehidupan yang kelam. Sungguh kejam! Aku jadi beranganangan ingin kembali ke kehidupan lamaku dimana aku belum mengenal narkoba. Saat itu begitu indah. Orang tuaku sayang padaku. Andrew pacarku dengan setia berada disisiku. Dan dia selalu datang untuk menghibur dan menemaniku. Aku jadi ingat pada harihari tertentu, temanteman sekolahku datang main ke rumah untuk mengerjakan tugas atau hanya sekedar berkumpul. Kalau lagi ada pacarku, mereka selalu menggoda kami sebagai pasangan serasi.


Padahal menurutku kami bertolak belakang. Aku pemalu dan mudah merajuk. Sedang pacarku biang kerok di sekolah dan tidak tahu malu. Aku berprestasi dalam pelajaran tapi kurang menguasai bidang olah raga. Sedangkan dia berprestasi dalam olah raga namun malas belajar. Tinggiku sedang dan badanku agak kurus. Sedangkan dia tinggi dan besar.


Pokoknya beda banget. Tapi teman sekolah mengatakan kami pasangan serasi. Entah apanya yang serasi.. Aku masih ingat saatsaat terakhir dia meninggalkan aku untuk sekolah ke Amerika. Ada setitik firasat bahwa itu adalah saat terakhir aku bersamanya. Aku menangis tiada henti di bandara seperti orang bodoh. Tidak ada kata yang terucap, hanya sedu sedan lirih terdengar dari mulutku. agen poker terpercaya


Orang tuanya sampai sungkan pada orang tuaku dan berusaha menghiburku dengan mengatakan bahwa Andrew akan sering pulang ke Indonesia untuk menengokku. Orang tuaku pun tak kalah dan berjanji padaku akan menyekolahkan aku ke Amerika selepas SMU. Kata orang cinta akan lebih terasa saat terpisahkan oleh jarak.


Aku tidak sabar untuk membuka email setiap malam. Telepon internasional seminggu sekali menjadi pelepas dahaga bila aku rindu suaranya. Setiap malam menjelang tidur, aku melihatlihat foto kami berdua. Dan tak lupa aku mendoakan dia. Kini Andrew tidak akan mau memandangku lagi. Laporan dari temantemannya yang melihat aku berkeliaran di diskotik diskotik dengan lelaki lain membuatnya murka dan tidak mempercayai aku.


Dia mengadili aku yang hanya bisa menangis dan berjanji akan menghentikan perbuatanku. Tapi apa daya, di belahan dunia lain, Andrew tidak akan bisa melihat keseriusanku. Dia meminta untuk mengakhiri hubungannya denganku meski aku menangis meraungraung di telepon. Aku tak berdaya. Dia begitu kerasnya tidak mengampuni kesalahanku. Situs Slot Online Terbaik


Yah memang semua itu memang salahku. Tapi apakah aku tidak punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan? Apakah setiap orang tidak pernah khilaf? Apakah sama sekali tidak ada ampun untukku? Dia dulu mengatakan apa pun yang terjadi akan selalu mencintaiku. Akan selalu menjagaku. Semakin hari cintanya padaku akan semakin besar.


Ternyata, bohong! Itu semua hanya bohong belaka! Saat ini aku jadi ceweq bodoh, sering melamun dan mudah stres. Bukan hanya hubunganku dengan Andrew yang hancur. Hubunganku dengan ayah ibuku juga memburuk. Mereka sudah menyerah menghadapi aku yang hampir setiap hari pulang pagi. Mereka bahkan mengancam akan mengusir aku bila terus menerus seperti ini.


Aku jadi sering membolos sekolah. Prestasiku di sekolah makin hari makin memburuk. Aku telah kehilangan minat untuk belajar dan meraih ranking tinggi di sekolah. Hubungan sosial dengan teman sekolahku juga semakin buruk. Aku malas bergaul dengan mereka. Aku takut mereka mengetahui siapa aku sebenarnya. Aku takut mereka menyebarkan tingkah lakuku sebenarnya. Aku takut.. Aku jadi paranoid! Aku jadi mudah curiga dengan semua orang.


Aku jadi sulit tidur dan melamun yang tidaktidak. Aku jadi sering mimpi buruk dan makin sulit membedakan mana mimpi dan kenyataan. Lama lama aku bisa gila! Aku ingin berhenti menggunakan narkoba dan sesegera mungkin meninggalkan dunia gemerlap yang selama setahun ini kugeluti. Tapi aku sulit meninggalkannya. Aku terperangkap di dalamnya! Ineks! Semua ini garagara pil setan itu! Badanku semakin kurus. Mataku cekung dihiasi garis hitam dibawahnya. agen poker online


Aku tidak mengenali wajahku sendiri di hadapan cermin. Bahkan Mamaku sudah mengecap aku sebagai wanita nakal. Yah.. wanita nakal.. aku memang telah jadi wanita nakal. Aku telah melepaskan keperawananku pada seorang pria yang bukan suamiku. Aku malu pada diriku dan pada orang tuaku.


Diriku bukan Tina yang dulu. Tina yang selalu meraih prestasi di sekolah. Tina yang selalu membanggakan orang tua. Tina yang rajin ke gereja. Tina yang lugu dan pemalu. Tina yang selalu jujur dan berterus terang.. Malam itu entah malam keberapa aku ke diskotik dengan Martin. Setelah triping gilagilaan bersama temanteman, aku pulang bersama Martin.


Sebenarnya aku malas pulang karena masih dalam keadaan on berat. Garagara Bandar gede dari Jakarta datang, semua jadi kebanyakan ineks. Badanku terus bergetar tiada henti, dan rahangku bergerakgerak ke kiri dan kekanan. Dengan eratnya aku peluk lengan Martin seakan akan takut kehilangan dirinya. Tidak seperti biasanya Martin mengajakku putarputar keliling kota. Mungkin dia kasihan melihat aku masih on berat dan tidak tega membiarkan aku sendirian di rumah.


Aku sih senangsenang saja. Kuputar lagulagu house music agak kencang, meski aku tahu akibatnya bisa fatal. Tak sampai lima menit, lagu house music dan hembusan hawa AC yang dingin membuat aku on lagi! Aku menggerak gerakkan badan, kepala dan tanganku di bangku sebelah. Rasanya asyik sekali triping dalam mobil yang melaju membelah kota! Martin tertawa melihat aku memutarmutar kepala seperti angin puyuh. Untung kaca film mobilku gelap.


Jadi aku nggak perlu takut orangorang melihat tingkahmu! ujarnya. Hahaha.. rasanya saat itu aku tidak peduli mau dilihat orang, polisi, hansip atau siapa pun juga, aku tidak akan peduli! Lagipula ini masih jam 3 pagi. Setelah setengah jam kami putar putar kota, akhirnya kami sampai di daerah sekitar rumah Martin. Martin menyarankan agar aku meneruskan tripingku di rumahnya. Sebab terlalu riskan bila triping di jalanan seperti itu.


Kalau sedang sial bisa ketangkap polisi. Aku yang sudah tidak bisa berpikir lagi Cuma mengiyakan semua omongannya. Sampai di rumahnya, aku langsung diantar ke kamarnya. Sambil meletakkan kunci mobil, Martin menyalakan ac dan memutar lagu house music untukku. Wah dia benarbenar ingin membuat aku on terus sampai pagi! Ok, Aku layani! Kurebut remote ac dari tangannya dan ku setel dengan temperatur paling rendah.


Martin yang sudah drop, begitu mencium bau ranjang langsung hendak merebahkan badannya yang besar itu ke tempat tidur. Tentu saja aku tidak ingin tripping sendiri! Kutarik tangannya dan kuajak dia goyang lagi. Martin mengerang dan tetap menutup wajahnya dengan bantal. Tingkahnya dibuat manja seperti anak kecil. Tidak habis pikir aku segera mencari koleksi minumannya di mejanya. Kusambar sebotol Martell VSOP dan kupaksa dia minum. daftar poker online


Mulanya Martin menolak dengan alasan besok harus kerja. Namun aku memaksa terus hingga dia tak berkutik. Beberapa teguk Martell membuahkan hasil juga. Martin bangun dan duduk didepanku. Aku segera memeluknya dari belakang dan menggodanya dengan manja. Kalau kamu mau nemenin aku tripinng.. hari ini aku jadi milikmu.


Milikku sepenuhnya..? Ehm.. I love it! Balas Martin nakal.

Ya..ehm.. jadi milikmu.. gumamku di dekat telinganya. Aku memeluknya dari belakang dan menciumi telinganya sampai dia kegelian. Aku terus menggodanya dengan menciumi leher dan bahunya. Tibatiba dia membalikkan badan dan menyergapku! Aku kaget juga dan berteriak kecil. Martin mendekapku eraterat dan balas menciumi wajah, leher dan telingaku.


Aku menjeritjerit kegelian oleh tingkahnya. Lamalama ciuman Martin semakin turun ke bawah. Dia melorotkan tali tanktopku dan menciumi buah dadaku dengan ganas sambil mendengus dengus. Aku bergetar menahan geli dan rangsangan yang hebat. Otototot badan dan kakiku terasa kaku semua. Tidak puas menciumi dadaku, Martin meloloskan bra yang menutupi dadaku sehingga kedua buah dadaku tersembul keluar. Woow.. aku paling suka payudaramu! desisnya.


Aku paling suka kalau keindahan tubuhku dipuji. Dia mengucapkan katakata itu dengan mata berbinarbinar sehingga membuatku tersanjung. Tentu saja aku langsung menutupi dadaku dengan kedua tanganku seakanakan melarangnya untuk melihat. Sedetik kemudian dia membuka kedua tanganku dan membungkuk kearah dadaku lalu mendekatkan mulutnya ke puting kananku. Dengusan napasnya yang mengenai putingku sudah bisa membuatku menggelinjang.


Pelanpelan lidahnya menjilat putingku sekilas, lalu berhenti dan memandang reaksiku. Aku memejamkan mata dan mendengus. Perasaanku melambung sampai ke awang awang! Ketika kubuka mataku, dia memandangku sambil tersenyum nakal. Aku memukulnya. Kemudian dia menjilat puting kiriku sekilas. Aku kembali menggelinjang gelinjang.


Aku merasa detik detik penantian apa yang akan dilakukan Martin pada putingku membuat aku makin penasaran. Aku mengerangerang ingin agar Martin meneruskan aksinya. Aku sudah sangat terangsang hingga memohonmohon padanya agar memuaskan aku. Martin tersenyum manis sekali lalu mulai memasukan putingku ke mulutnya.


Putingku dipermainkan dengan mulut dan lidahnya yang hangat. Aku bergetar dan menggelinjang menjadijadi. Kepiawaian Martin merangsang dan memuaskan aku sudah terbukti. Rangsangan yang hebat melupakan segala janji yang pernah kubuat. Martin sangat terangsang rupanya. Aku merasa ada yang mengganjal di bagian bawah perutku dan menyodoknyodok kemaluanku. Aku membuka kedua kakiku lebarlebar dan merubah posisi pinggulku agar kemaluanku bergesekan dengan penisnya.


Tiap kali penisnya menggesek klitorisku aku mengerang dan merenggut apa saja yang bisa kurenggut termasuk rambutnya. Napas kita yang mendengusdengus bersahutsahutan bersaing dengan lagu house music yang memenuhi ruangan. Martin meneruskan aksinya sambil melepas pakaianku satu persatu hingga aku telanjang bulat. Aku menatap wajahnya dengan perasaan tak karuan. Lalu dia membuka pakaiannya sendiri dan mulai menyerangku dengan ganas. Situs Slot Online


Aku diciumi mulai mulut turun ke leher lalu ke buah dadaku. Kemudian turun lagi melewati pusar dan bulu kemaluanku. Dia berhenti sesaat sambil melihat aku yang sudah terangsang berat. Martin.. cium anuku please.. pintaku terbatabata.


Hehehe.. Desisnya pelan. Lalu tanpa menunggu perintah kedua kalinya, dia mulai merubah posisinya agar mulutnya pas di kemaluanku. Kemudian kakiku dibuka lebar lebar ke atas sehingga kemaluanku menyembul di antara pahaku. Aku merasa hawa dingin menerpa bagian dalam kemaluanku yang merekah. Aku memejamkan mata berdebardebar menunggu Martin memulai aksinya.


Martin menciumi sisi luar kemaluanku dengan perlahan. Aku mengerang tertahan dan mengerutkan dahi. Rasanya geli sekali! Ciumannya bergerak ke tengah dan berhenti di klitorisku. Klitorisku diciuminya lama sekali seperti kalau dia menciumi bibirku. Dia mengulum dan kadang menyedot kemaluanku dengan kuat. Aku mendesah desah keras sekali. Tak tergambarkan rasanya. Lalu ketika lidahnya ikut bermain, aku

tak kuat menahan lebih lama lagi.


Dibukanya bibir kemaluanku dengan jarinya, lalu lidahnya dimasukan diantaranya. Lidahnya memilinmilin klitorisku dan kadang masuk ke vaginaku dalam sekali. Erangan panjang menandakan kenikmatan yang tiada taranya. Aku malu sekali ketika orgasme dihadapannya. Ritme ciumannya pada kemaluanku perlahan lahan mengendur seiring dengan tekanan yang kurasakan. Martin memang hebat. Dia sudah berpengalaman memuaskan ceweq. Dia bisa tahu timing yang tepat kapan harus cepat dan kapan harus pelan.


Aku jadi curiga apa dia berprofesi sebagai gigolo yang biasa memuaskan TanteTante kesepian. Hehehe.. Lho kok cepat? Udah terangsang dari tadi ya? tanyanya sambil senyumsenyum mesum. Mukaku memerah ketika aku tak bisa menjawab pertanyaannya. Aku memukulnya dengan bantal sambil menggodanya. Kamu gigolo ya? Kok hebat banget? Eh, gigolo! Kurang ajar! Gua ini memang Don Juan Surabaya ya! Belum pernah ada ceweq yang tidak puas kalau main denganku! katanya pongah.


Temantemanku sampai menjuluki aku Sex Machine! lanjutnya. Ngibul! kamu pasti gigolo! godaku sambil memukulnya dengan bantal lagi. Kami perang mulut selama beberapa saat. Kemudian Martin mengakhirinya dengan berkata, Enak aja menghinaku! Sebagai balasannya, nih.. Martin melompat kearahku dan memasukkan kepalanya diantara kakiku. Dia langsung melumat kemaluanku dengan mulutnya lebih ganas lagi padahal kemaluanku masih berdenyut denyut geli.


Aku menjeritjerit karenanya. Gelinya luar biasa! Entah apakah kemaluanku sudah sangat basah atau tidak, aku mendengar bunyi berkecipak di kemaluanku. Rasa geli yang menerpa segera berubah menjadi nikmat. Aku terhanyut lagi dalam permainan lidahnya. Aku orgasme untuk yang kedua kalinya. Badanku rasanya lemas semua. Malam itu aku mudah sekali orgasme. Entah apa mungkin itu karena pengaruh ineks atau memang aku sudah dalam keadaan puncak, aku tidak tahu.. Kami break sebentar. Martin tidur terlentang. Kulihat penisnya berdiri tegak bagai tugu monas. Kepalanya yang merah mengkilat karena cairan maninya meleleh keluar. Aku duduk di dipangkuannya dan memegang penisnya yang keras. Lho, sejak kapan celana dalammu lepas? Aku kok nggak tahu? tanyaku. Hehehe.. kamu merem terus dari tadi sampe nggak tahu kalo burungku udah menunggu nunggu ditembakkan ke sasaran! candanya.


Aku kasihan padanya. Kuelus elus penisnya sambil menggodanya. Lalu aku naik ke atas tubuhnya dan duduk tepat diatas penisnya. Martin tampak terangsang melihat tindakanku. Kugoyanggoyangkan

pinggulku maju mundur diatas penisnya sambil kueluselus dadanya. Martin memejamkan matanya sambil merasakan sentuhansentuhan kemaluanku di penisnya. Aku juga merasa geligeli nikmat saat penisnya yang keras dan licin menggeser klitorisku. Lamalama Martin tidak kuat menahan rangsangan. Dia bangkit dan memeluk tubuhku. Kami berciuman. Tanpa mempedulikan bau cairan vaginaku di mulutnya, aku terus menggoyangkan pinggulku maju mundur. Kemaluanku yang basah semakin memudahkan penis Martin bergesekan diantar bibir kemaluanku.


Gerakan kami makin lama makin liar, sampai akhirnya pertahananku runtuh! Penis Martin mengoyak keperawananku! Kepala penisnya selip dan masuk ke vaginaku. Aku menjerit kaget dan gerakanku terhenti. Untuk sesaat aku merasa sakit karena ada benda sebesar itu masuk ke vaginaku. Martin juga berhenti dan hendak mencabut penisnya dari vaginaku. Namun aku mencegahnya. Aku benarbenar terhanyut dalam fantasiku sendiri akan kenikmatan persetubuhan. Kupeluknya eraterat tubuhnya. Disamping rasa sakit, aku merasakan suatu kenikmatan yang lain.


Aku ingin merasakan lebih lama lagi. Secara tak sadar aku merendahkan pinggulku perlahanlahan sampai penis Martin memenuhi liang vaginaku. Rasanya sungguh luar biasa! Aku memeluk Martin sekuat tenaga dengan napas terputus putus. Kucengkeram punggungnya dengan kuku jariku tanpa peduli dia kesakitan atau tidak. Tak terlukiskan perasaanku saat itu. Aku mengerangerang. Rasanya seluruh sarafku terputus dan terpusat di kemaluanku saja. Martin membiarkanku sesaat menikmati moment ini. Dia pasti juga sedang menikmati koyaknya selaput daraku.


Perlahanlahan Martin mulai menggoyangkan pinggulnya. Penisnya bergerakgerak perlahan dalam kemaluanku. Aku mendesah mengaduhaduh menahan nikmat dan geli. Vaginaku masih sangat sensitif sampai sampai aku tidak tahan ketika penisnya digerak gerakkan. Aku menatap sayu pada Martin. Kenapa aku nggak tahu kalau ML seenak ini? Kalau tahu, aku sudah dari dulu mau making love sama kamu! kataku parau. Mendengar perkataanku, sesaat Martin hanya memandangku tanpa ekspresi. Aku tidak dapat menebak apa yang ada dipikirannya. Lalu dengan pandangan yang menyejukkan, dia mencium keningku dan pipiku. Aku menjadi tenang dan damai. Martin, aku sayang padamu, aku sayang padamu, aku sayang padamu. Tak ada lagi Andrew dalam kamusku.


Aku hanya sayang padamu kataku dalam hati. Sex jauh lebih memabukkan daripada extacy! Aku tak bisa berpikir jernih! Yang ada dipikiranku hanya terus dan terus.. tanpa akhir.. Martin mulai menggerakkan penisnya keluar masuk vaginaku. Mulanya perlahan, lamalama semakin cepat. Rasanya mau mati saking nikmatnya. Aku tak bisa berkata apaapa. Hanya erangan dan desahan yang keluar dari mulutku. Dorongan penisnya yang menghujam keluar masuk ke dalam vaginaku membuatku tak berdaya.


Malam itu aku orgasme empat kali. Martin menumpahkan spermanya di perutku dan terkapar disebelahku. Aku juga terkapar kelelahan. Saking lelahnya aku sampai tidak kuat untuk bergerak mengambil tissue untuk membersihkan spermanya yang tumpah di perutku. Ternyata orgasme saat ML jauh lebih nikmat daripada dengan oral seks. Sungguh berbeda.. Setelah terkapar beberapa saat, Martin membopongku ke kamar mandi dan memandikan aku. Aku terus menerus memandang wajahnya dan mencaricari sinar apa yang terpancar di wajahnya.


Apakah dia benar mencintaiku atau aku hanya salah satu perempuan koleksinya? Aku terus memeluknya saat dia membasuh tubuhku dengan air hangat dan membersihkan kemaluanku. Kemudian setelah membersihkan diri, kami tidur kelelahan. ***** Besoknya saat aku bangun, Martin sudah tidak ada di sebelahku. Kulihat jam dinding menunjukkan pukul sembilan. Detik berikutnya aku baru sadar kalau tidur telanjang bulat dan hanya ditutupi selimut. Perlahan lahan memoriku memutar balik kejadian tadi malam. Agak susah mengingat kejadian semalam setelah pakai ineks dan minum minuman beralkohol.


Setelah ingat semua, dengan lunglai aku bangkit dan melihat kemaluanku. Kuraba dan kupegang kemaluanku. Rasa nikmat dan geli semalam masih terbayang di pikiranku. Pikiran jelek mulai menggangguku. Aku sudah tidak perawan! Aku sudah kehilangan keperawananku di usia ke 16 dengan cowoq yang bukan pacarku maupun suamiku! Edan! Aku lepas kendali! Katakata Ling mulai teringat kembali. Saat dia kehilangan keperawanannya pertama kali, dia menangis menjadijadi semalaman. Namun sekarang dia sudah biasa dan malah sering making love.


Aku teringat saat Ling mengenalkan Martin padaku, dia memperingatkan Martin agar jangan macam macam padaku. Berbagai macam kejadian dari awal aku kenal kehidupan malam sampai saat ini lalu lalang dalam pikiranku seakanakan menyindirku. Sekarang semuanya telah terjadi! Aku tak percaya! Aku jadi seperti Ling! Aku ingin menangis menyesali semuanya! Namun sudah terlambat! Apalagi saat aku melihat setitik noda hitam pada sprei.


Aku langsung menangis menjadijadi. Aku merasa berdosa! Bayangan wajah Papa Mamaku berkelebat berganti ganti dalam benakku.


Aku merasa berdosa pada Papaku, pada Mamaku, pada kakakku, pada seluruh keluargaku! Aku ke kamar mandi untuk membersihkan diriku! Aku merasa kotor dan hina! Aku bukan Tina yang dulu lagi! Masa depanku hancur! Siapa yang mau sama aku! Cowoq mana yang mau menerima ceweq seperti aku! Ceweq yang sudah tidak utuh lagi! Ceweq murahan! Aku benci diriku sendiri! Aku benci semua orang! Aku menangis lama sekali di kamar mandi.


Kutumpahkan semua perasaanku dalam air mata yang segera tersapu guyuran air hangat. Hingga akhirnya aku tergeletak lemas di lantai kamar mandi. Setelah bosan menangis, aku segera beranjak dari kamar mandi dan mengenakan pakaian.


Kuambil ponselku dan kukirim SMS pada Ling. Aku minta dia menjemputku di rumah Martin. Ling menyanggupi dan berjanji akan menjemput aku sepulang sekolah pukul 13.00 Pukul sebelas Martin pulang ke rumah. Tibatiba perasanku jadi campur aduk saat kudengar suara mobil Martin memasuki rumah.


Ada perasaan jengkel yang menggebugebu padanya. Kok beraniberaninya orang segede dia menjerumuskan anak kecil! Dasar hidung belang! pikirku jengkel. Aku duduk di ranjang menghadap pintu sambil menunggu dia masuk. Kusiapkan wajah sesuram mungkin agar dia tahu kalau aku marah padanya.


Aku sudah mempersiapkan diri untuk mendiamkannya selamanya. Pokoknya dia harus tahu kalau aku marah! Martin yang sepuluh tahun lebih dewasa tahu bagaimana harus bertindak menghadapi aku. Dia diam saja saat aku mendiamkannya.


Lalu mulai mengajakku makan. Aku menolak. Dia terus mengajakku bicara dan bercerita kalau dia bangun kesiangan sehingga terlambat kerja. Dia purapura tidak tahu aku marah padanya. Sejurus kemudian dia mulai memelukku dan mengatakan kalau dia segera pulang karena khawatir aku belum makan atau kesepian di rumah. Lamalama aku kasihan juga padanya. Dia baik padaku. Sebenarnya yang salah aku. Aku yang memaksanya melakukan itu. Padahal kemarin dia sudah mau tidur, aku malah merangsangnya habishabisan. Yah, aku yang salah.


Seperti membangkitkan macan tidur. Aku pun mulai melunak. Aku mulai menjawab pertanyaannya sepatahsepatah sampai akhirnya suasana mulai cair. Mengerti umpannya mengena, Martin mulai merayuku dan menggodaku. Aku tidak tahan digoda dan mulai membalas godaannya. Martin, kamu harus bertanggung jawab! Kamu harus kawin sama aku! serangku. Jangan kuatir sayang! Aku ini dari dulu juga suka sama kamu. Agen Judi Online


Cuma aku takut kamu yang nggak mau sama aku karena aku terlalu tua. Hahahaha.. balasnya. Aku tidak peduli pikirku. Toh aku juga merasa cocok dengan Martin. Dia begitu dewasa. Dia bisa momong aku. Masalahnya, dia sepuluh tahun lebih tua dari aku. Apa orang tuaku setuju aku menikah dengannya? Pikiranku sudah jauh lebih baik sekarang. Martin memelukku eraterat dan menghiburku. Aku jadi makin sayang padanya.


Akibat kejadian malam itu, hampir tiap hari aku making love dengannya. Kami melakukan di rumahnya, di hotel, di kamar mandi, di mobil dan dimanapun kami mau! Berbagai posisi kami lakukan. Aku benarbenar ketagihan bersenggama! Bahkan kami pernah menginap seharian di hotel dan tidak keluar kamar sama sekali. Saat itu aku sampai orgasme sebelas kali waktu making love dengannya! Benar benar liar dan tak terkontrol! Acara tripping selalu dilanjutkan dengan making love. Kesukaan kami adalah triping sambil telanjang bulat berdua di kamar Martin sambil bercumbu. Asyik sekali rasanya! Saat pengaruh ineks menurun, kami bersenggama atau melakukan oral seks untuk membuat on lagi. Setelah benarbenar habis, kami lanjutkan dengan minum minuman keras. Edan.. Dua bulan terakhir ini aku jarang kontak dengan Martin.


Martin sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan aku sibuk diadili oleh keluargaku. Mereka marah besar padaku dan mengawasiku dengan ketat. Ponselku disita sementara. Telepon untukku disortir sama orang tuaku. Kemanamana selalu diantar sopir ayahku. Pokoknya aku jadi tahanan rumah! Entah siapa yang salah! Aku tak perlu menyalahkan siapa saja selain diriku sendiri. Aku sendiri pun menyesal menyadari kondisiku sekarang. Orang luar pada bingung melihat tingkahku.


Aku hidup di dalam keluarga yang harmonis. Orang tuaku sayang dan perhatian padaku. Tapi kok bisa aku terjerumus jadi seperti ini? Hahaha.. memang bodoh apa yang kulakukan. Penyesalan sudah tidak ada gunanya lagi. Entah sampai kapan aku bisa berhenti dari dunia gila ini? Aku pun sudah mulai bosan.

Cerita Sex Panas Jual Keperawanan Namaku Tina

Cerita Seks Panas Pengalaman Dengan Banyak Tante Kisah ini berawal dari nafsuku yang boleh dibilang ugalugalan. Bagaimana tidak, disaat usiaku yang mencapai 29 tahun, sekarang iniinginnya /ML/ (bersetubuh) terus tiap hari dengan istriku (inginnya 3 kali sehari).


Dan para netters duga, pasti seorang istri tidak hanya menginginkan kepuasan seksual setiap waktu, akan tetapi juga kerja mengurus rumah lah, mengurus anak lah dan lainlain banyaknya. Sehingga nyaris istriku juga sering keberatan kalau tiap malam bersetubuh terus, dan aku juga kasihan padanya.


Setiap kali bercinta, istriku bisa 3 kadang 4 kali orgasme dan aku sendiri kadang tidak ejakulasi sama sekali karena istriku keburu lelah duluan. Paling setelah istriku tertidur pulas kelelahan, aku langsung pindah ke meja kerjaku dan menyalakan PC, lalu memutar /Blue Film/ dan aku lanjutkan dengan /self service/. Setelah puas, aku baru menyusul istriku yang tertidur, dan jika tengah malam aku terjaga dan kudapati pusakaku berdiri, aku ulangi lagi hingga aku benarbenar lelah dan tertidur.

Aku sendiri sangat bergairah apabila melihat tantetante yang umumnya mereka lebih dewasa, lebih pintar dan telaten dalam urusan ranjang. Bahkan aku dalam melakukan onani sering membayangkan dengan tantetante tetanggaku yang umumnya genitgenit. Begitu hingga suatu saat, aku mendapat pengalaman bercinta yang amat berkesan dalam sejarah kehidupan seksualku.


Ceritanya berawal pada saat temanku mengajak karaoke di kawasan wisata prigen dan sebelumnya aku belum pernah masuk ke kawasan semacam itu. Kami bertiga pesan ruang utama yang mempunyai pintu sendiri dan ruangan itu terpisah dengan yang lainnya selama tiga jam penuh.


Eh, Eko emangnya Elo udah booking cewek untuk nemenin Kita..? tanyaku pada Eko, salah seorang dari kawanku.

Sabaarr Boss, entar Adi juga bawain tuh cewek.. tukasnya.


Sepuluh menit kemudian, saat aku akan menyulut Djarum 76ku, merapatlah sebuah Kijang dan Civic Wonder berjejeran ke hadapanku dan Eko. Kalau Kijang itu aku kenal, itu adalah Kijangnya si Adi dan keluar dua orang

ABG yang berdandan Ahooyy. Berdesir darah lelakiku melihat dua orang ABG itu. Bagaimana tidak, pakainnya super ketat dan sangat menonjolkan bukitbukit indah di dada dan pantatnya. Akan tetapi, aku tidak kenal dengan Civic itu. Aku melihat di dalamnya ada seorang cewek ABG dan seorang lagi wanita sekitar 35 tahun (menurut taksiranku dari raut wajahnya).


Eko yang rupanya kenal baik dengan kedua wanita itu langsung menyambut dan membukakan pintu, lantas memperkenalkannya kepadaku. Slot Online Terbaik


Lisa.. seru tante itu disambut uluran tangannya padaku.

Inneke.. sahut gadis manis disampingnya.


Singkat cerita, kami sudah mulai bernyanyi, berjoget dan minumminum bersama, entah sudah berapa keping VCD Blue Dangdut yang kami putar. Aku melihat Eko dan Adi mulai mendekati sudut ruangan, dan entah sudah berapa lama ceweknya orgasme karena oral yang mereka lakukan. Sementara aku sendiri agak kaku dengan Lisa dan Inneke. Kami pun tetap bernyanyinyanyi, meskipun syairnya awurawuran karena desakan birahi akibat pertunjukan BF di depan kami.


Aku sendiri duduk di dekat Lisa, sementara Inneke serius menyanyikan lagulagu itu. Tante Lisa sendiri sudah habis satu Pak Amildnya, sementara aku melihat wajah Inneke yang merah padam dan kadang nafasnya terengah pelan karena menahan gejolak yang ia saksikan di layar 29 inch itu.


Tiba giliranku untuk mengambil /mike/ dari Inneke, aku bangkit mengambil mike itu dari tangan Inneke dan mengambil duduk di antara Inneke dan Lisa. Pengaruh minumanku dan XTC yang mereka telan membuat kami jatuh dalam alunan suasana birahi itu.


Boy.., I want your sperm tonight Honey.. bisik Lisa lirih di telingaku, sementara tangan kirinya meraba selangkanganku.


Inneke yang sudah meletakkan /pet aqua/nya mengambil sikap yang sama padaku. Dia malah mulai memainkan ujung lidahnya di telinga. Hangat nafas dan harum kedua wanita itu membuatku terbuai dalam alunan melodi birahi yang sudah aku rasakan menjalar menelusuri selangkanganku. Perlahan namun pasti, kejantananku menegak dan kencang, sehingga /Lee Cooper/ku rasanya tidak muat lagi, apalagi saat meneganggnya salah jalur dan sedikit melenceng.


Lho kok.. bengkok punyamu Say..? tanya Lisa padaku purapura seperti seorang amatiran saja.


Belum sempat aku menjawab, buruburu Inneke membuka zipper dan CDku, lantas mengeluarkan isinya.


Gini lho Tan.. mintanya dilurusin, Mas Boy ini.. kata Inneke diikuti penundukkan kepalanya ke arah selangkanganku.


Aaakkhh.. pekikku tertahan saat Inneke spontan mulai mengulum kepala penisku ke dalam mulutnya dikombinaksikan dengan sedotan dan jilatan melingkar lidah.


Spotan kedua kakiku menegang dan membuka lebih lebar lagi untuk memudahkan oral Ineke.


Oookh My Godd.. sshh.. aakk.. desahku.


Seluruh tubuhku bergetar dan terasa disedot seluruh sumsun tulangku lewat lubang penisku. Permainan Inneke betulbetul professional, sampaisampai dentuman musik itu sepertinya tidak kudengar lagi, karena telingaku juga berdesir kencang. Ujung penisku betulbetul ngilu, hangat, geli dan perasaan birahi bercampur jadi satu disana. Lisa lantas membuka kancing kemeja Hawaiku dan mundaratkan mulut indahnya di puting susu kiriku, sementara puting kanan dimainkan oleh telunjuk dan jempol kirinya.


Aaakk.. mmhh.. desahku tidak menentu.


Aku betulbetul tidak tahan menikmati sensasi ini.


Gila.., inilah penyelewenganku yang pertama dan dimanja oleh dua orang wanita sekaligus.. bisikku dalam hati.


Aku semakin tidak tahan saja, lalu kurengkuh leher Lisa dan kudekatkan bibirku, kujulurkan lidahku menyapu seluruh rongga mulutnya dan sesekali kuhisap dalamdalam bibir bawahnya yang sangaat menawan itu. Ini karena jujur saja, aku lebih bergairah dengan Tante Lisa, meskipun sudah hampir mencapai kepala 4 itu (dalam perbincangan kami, akhirnya aku tahu juga umur Lisa, meskipun tidak pasti segitu bahkan bisa lebih).


Badanku lantas kumiringkan dan bersandar pada sofa.


Bukit indah Tante Lisa adalah tujuanku dan benar saja, berapa saat kemudian, Oookkhh.. Nimaatthh.. Sayy.. seddootthh.. terruusshh.. desah Lisa terengahengah.


Sedotanku kukombinasikan dengan pelintiran jempol dan telunjuk kiriku, sesekali kuputarputar putingnya dengan telapak tanganku.


Ssshh.. terusshh.. Sayy.. Lisa mendesis seperti ular.


Tibatiba, Teett.., suara bel mengejutkan kami, pertanda sepuluh menit lagi akan berakhir.


Aku melihat Adi dan Eko tersandar kelelahan, dan kulihat ada sisa sperma menentes dari ujung penisnya yang mulai mengkerut.


Udahan dulu ya Tante.., In.., pintaku pada mereka.

Emmhh.. Oke.. jawab mereka dengan nada sedikit keberatan.


Kami pun turun, aku berpisah dengan Adi dan Eko, entah kemana mereka melanjutkan petualangan birahinya. Dan kami pun sudah masuk ke Civic Lisa.


Kemana Kita nich..? tanyaku sok bloon seraya menghidupkan mesin.

Kita lanjutin di hotel yuk Ke..! ajak Tanta Lisa kepada Inneke.

Baik Tan.. Kita ke hotel **** (edited) yang punya /whirpool/ di kamarnya. sahut Inneke.


Rupanya Tante Lisa adalah seorang eksekutif, karena itu ia pesan salah satu President Suit Room yang mana seumurumur aku baru mesuk ke dalamnya. Kamarnya luas, kurang lebih 6 x 8 meter, beralaskan permadani coklat muda kembangkembang dan dilengkapi /whirpool/ yang menghadap ke arah kehijauan lembah. Kamar itu juga mempunyai sofa panjang di sebelah /whirpool/.



Begitu masuk, Tante Lisa lalu mengunci pintu, aku dan Inneke mengambil tempat duduk di sofa sebelah /whirpool/. Aku melingkarkan lenganku ke pundak Inneke, alunan musik malam pun semakin menambah romantis suasana.


Inn.. bisikku mesra kepada Inneke mengawali percumbuanku.


Inneke yang sudah /on/ berat itu langsung menyambut kecupanku, nafasnya terengahengah, menandakan bahwa dia sangat menginginkan kehangatan, kenikmatan dan mengisi kekosongan ruang vaginanya yang terasa menggelitik dan lembab. Dengan sedikit tergesa, aku melepas CDnya, lalu kurebahkan kepalanya di sandaran sisi sofa dan keletakkan pinggulnya tepat diselangkanganku.


Sreett.. penisku mulai bereaksi saat pantatnya yang dingin menyentuh /Lee Cooper/ku dan kulihat Inneke terpejam, sementara tangannya membetulkan rambutnya yang tergerai di sofa.


Aku mulai memainkan jari telunjukku di bibir luar vaginanya yang sudah mulai melelehkan cairan bening dari hulunya. Tidak ketinggalan, bibirku menghisap dalamdalam dan sesekali kujepit putingnya dengan kedua bibirku lalu kutariktarik, sesekali kupilinpilin dengan kedua bibirku.


Wuuaahh.. sshh.. terusshh.. nikkmatthh.. desah Inneke keraskeras saat kuperlakukan seperti itu.


Tubuhnya kejang panas dan seluruh aliran darahnya kini memuncak. Sengaja aku tidak memasukkan telunjukku, karena untuk menstimulasi lebih intens lagi. Kami bercumbu dan sudah tidak ingat lagi apa yang dilakukan Lisa di kamar mandi yang begitu lama.


Bentar Inn.., Aku pispot dulu yach..? kataku sambil melepaskan cumbuanku.

Emmhh.. desah Inneke sedikit kesal.

Akan tetapi, aku melihat Inneke melanjutkan birahinya dengan dua jari.


Aku sendiri berlari kecil menuju ke kamar kecil dan sesampai di pintu, aku kaget karena mendapati Tante Lisa lagi meregang orgasmenya.


Aaakkhh.. sshh.. sshh.. desah Tante Lisa, matanya mendelik merem melek.


Tampaknya vibrator mutiara itu masih bekerja, sehingga saat aku kencing, Lisa pun tidak melihatku.


Boyy.. sebuah panggilan lembut mengagetkan aku saat hendak meninggalkan kamar mandi itu.

I.. ii.. yaa.. Tan..? sahutku agak kaget.

Sini doongg..! Hangatin vagina Lisa dengan penis Kamu yang.., ookkhh..


Tante Lisa terpekik saat vibrator itu ia cabut dari liang vaginanya.


Aku hampiri Tante Lisa di Bath tub itu dan aku baringkan tubuhku disana.


Oh.., nikmat sekali mandi air hangat dikelonin tante seksi ini. bisikku dalam hati.


Aku rengkuh lehernya dan kuberikan /french kiss/ yang begitu mesra dan Tante Lisa pun membalas dengan ganas seluruh rongga mulutku, leher dan kadang puting susuku di hisapnya. Penisku yang terendam kehangatan air itu semakin maksimal saja. Selama tiga menit kami bercumbu, Tante Lisa nampaknya tidak dapat mengendalikan nafsunya.


Mmmpphh.. ookkhh.. setubuhi aku Boy..! Cepeetthh..! pinta Tante lisa sambil menggeliat seperti cacing kepanasan.

Baik.. Liss.. Terima penisku yang panjaangg.. bisikku sambil memasukkan seluruh batang penisku pelan sekali.

Oohh.. mmpphh.. nikmatthh.. gumannya saat batang kejantananku mili per mili mulai menjejali rongga rahimnya.

Kocokkhh.. yaacchh.. terusshh.. aakhh.. nimat bangeetthh..! serunya ketika aku mulai mengosokgosok pelan penisku.


Aku keluarkan kirakira empat senti, lalu kukocok lima atau enam kali dengan cepat dan kusodokkan dalamdalam pada kocokan ke tujuh. Rupanya usahaku tidak siasia untuk menstimulasi /Gspot/nya.


Aaakkhh.. oohh.. nimatthhnyaa.. ookkhh Godd..! teriaknya mengawali detikdetik orgasmenya.


Sepuluh detik kemudian, Nngghh.. aakkhh.. sshhff.. ookkhh.. Boyy.. kocokk.. lebih intens lagi Yannk..! jerit Tante Lisa diiringi geliat liar tubuh indahnya. Slot Online Terbaik Indonesia


Payudaranya diremasremasnya sendiri, sementara aku tetap berpegangan pada sisi /bathtub/ sambil mengocok lembut vaginanya.


Akkhh.. teriakku pelan saat Tante Lisa menggigit pundakku karena aku masih saja mengocok penisku di vaginanya.


Rupanya Lisa sudah mulai ngilu.


Aku memeras tegang otot lenganku dan Tante Lisa sepertinya minta /time out/ untuk mengatur nafas dan menghilangkan kengiluan di liang sengamanya. Aku meraih lehernya, lalu aku berdiri pada dua lututku dan

Tante Lisa diam mengikuti apa yang akan kulakukan. Aku memondong Lisa dan tetap menjaga penisku tertanam dalamdalam di vagina Tante Lisa yang mengapit kedua tungakainya ke pinggangku. Kami menghampiri Inneke yang juga lagi meregang orgasmenya dan Inneke tampaknya lebih liar dari pada Lisa, mungkin karena pengaruh XTC dan suasana yang penuh hawa birahi itu.


Aaaookkhh.. sshh.. aakkhh.. aakkhh.. jerit Inneke keras sambil menghujamhujamkan kedua jari kanannya.


Sementara tangan kirinya meremas dan memilin payudaranya dan sesekali ditekan serta diputar. Aku terkesima sejenak dengan pemandangan yang diciptakan Inneke itu dan aku mebayangkan akan lebih histeris lagi pasti

jika yang keluar masuk itu adalah 15 cm penis kebanggaanku.


Booyy.. ayyook terusinn..! pinta Tante Lisa diiringi goyangan lembut pinggulnya.


Ia tampaknya mulai bergairah kembali setelah melihat Inneke yang begitu histeris dan aku pun demikian ketika penisku hampir mengendor di Vagina Lisa. Aku maju selangkah dan mendudukkan Tante Lisa dari arah belakang

sofa. Aku sendiri mengambil posisi berdiri untuk memudahkan eksplorasiku. Di lain pihak, Inneke yang sudah mengakhiri masturbasinya itu mengetahui kehadirna kami dan mengambil tempat di belakang Tante Lisa.


Ookkhh.. Terusin Kee..! pinta Tante Lisa saat Inneke menyibakkan rambutnya dan mulai mencumbui leher Tante Lisa.


Tidak ketinggalan, kedua telapak tangan Inneke menggoyang, memutar puting dan kadangkadang dipilin lembut.


Aku sepertinya merasakan apa yang Tante Lisa rasakan, darahnya mulai hangat, birahinya sudah memanas.


Tubuh lisa bagaikan daging /burger/ di antara aku dan Inneke, pinggulnya masih aktif menggoyanggoyang, kadang menghentakhentak lembut.


Oooaakkhh.. nngghh.. ohh.. nngghh.. Kocok terushh.. yaa.. iyaa.. teruss..! desah Tante Lisa keras saat aku tepat menstimulasi /GSpot/nya.


Nafasnya tersengalsengal diselasela lenguhanlenguhan panjangnya, tubuh Tante Lisa menggeliatgeliat liar.


Inneke masih aktif membantu Tante Lisa menggapai surgawinya, kecupankecupan di belakang tubuh, leher, pinggang dan tibatiba Tante Lisa melenguh panjang diiringi percepatan hentakan pinggulnya. Aku semakin penasaran saja apakah yang dilakukan Inneke hingga Tante Lisa tampak lebih histeris lagi dari yang tadi.


Kuraba raba punggung Lisa sambil kukulum mesra bibirnya, tanganku mulai turun ke arah pantatnya, kutekan kedua sisi bokongnya yang padat itu dan kuulirulir. Berawal dari situlah aku tahu rupanya telunjuk dan bibir Inneke memainkan peran di lubang anus Tante Lisa, telunjuknya yang berlumur vaselin itu keluar masuk lembut di vagina Tante Lisa.


Oookkhhghh.. Goddhh.. Ke.. truuss.. Yanng.. ookkhh, kontholl.. akkhh.. sshh.. ceracau Tante Lisa tidak beraturan, menjemput ambang orgasmenya.


Kedua lubang Tante Lisa terasa pejal dan hangat. Aku malah semakin terangsang oleh imajinasiku sendiri, aku lantas memeluk eraterat Tante Lisa saat ia mulai mengencangkan lingkaran tangannya di tubuhku. Darahku juga mulai bergerak cepat menuju ke ujung syaraf di kepalaku, kupingku tidak lagi menghiraukan lenguhan dan desahandesahan Tante Lisa.


Oookkhh.. Lisshh.. nikmathh.. vaginamu.. Akkhh..! desahku saat birahiku kurasakan menjalar di seluruh tubuhku.

Booyy.. Akuu.. mmhh.. mauu.. seru Tante Lisa menyambut orgasmenya.


Tubuhnya menegang, wajahnya merah merona, menambah cantiknya Tante kesepian ini, sementara bibirnya terkatup rapat.


Sssebentar.. Liss.. Kita keluar bareng.. bisikku yang kuiringi tempo kocokanku secara maksimal, yaitu kukeluarkan hampir sepanjang batangnya dan kubenamkan dalamdalam di rahimnya.


Rupanya darahku tidak bertahan lama di syarafsyarafku, hingga berdesir kencang meluncur melalui seluruh nadiku dan bermuara pada sebuah daging pejal di selangkanganku.


Liss.. Aku nyammppaaii.. uuaakkhh.. aakkhh.., aakhh.., desahku sambi memutarmutar penisku yang tertanam maksimal di vagina Tante Lisa, sehingga rambutrambutku yang disana juga menggelitik klitoris Tante Lisa.

Sseerr.. serr.. kurasakan cairan Tante Lisa mendahului orgasmeku, dan seditik kemudian, aku dan Lisa meregang nikmat.


Kami menjeritjerit sensasional dan tidak khawatir orang lain mendengarnya. Tante Lisa histeris seperti orang kesetanan ketika telunjuk Inneke juga mempercepat kocokan di anusnya.


Aaakkhhggh.. desah kami bersamaan mengakhiri nikmat yang tiada tara tadi dan juga baru kurasakan seumur hidupku.


Maniku meleleh di selasela pejalnya bnatang kejantananku yang masih manancap dalam di rahim Tante Lisa. Inneke tampaknya puas dengan hasil kerjanya, lalu ia memeluk Tante Lisa erat dan berbisik, Enak khan Tann..?


Tante Lisa sendiri sudah lemas dan terkulai di atara aku dan Inneke, aku mengecup mesra Tante Lisa dan beralih kepada Inneke untuk memberikan stimulan birahi dalam dirinya yang juga mulai mendidih.


Kedua wanita itu memang hebat, yang tua histeris dan mampu menguasai diri dan yang muda histeris juga dan menuruti jiwa mudanya yang bergejolak. Tante Lisa tampaknya tidak dapat menahan rasa di tubuhnya, sehingga lunglai lemas tidak bertenaga. Inneke lantas membimbingnya melepas gigitan vaginanya dari penisku yang mulai mengendor ke arah ujung sofa untuk beristirahat. Kulihat wajah Tante Lisa amat puas bercampur dengan letih, akan tetapi semua beban birahinya yang tertahan selama dua minggu meledak lah sudah.


Oookkhh.. sshh.. desis Tante Lisa saat penisku kutarik pelan dari gigitan vaginanya.


Aku melangkahi sofa dan duduk di sandarannya, lalu kubuka kedua pahaku.


Tampaklah oleh Inneke sebuah /meriam/ yang berlumur sperma masih setengah tegak.


Oookkhh.. gellii.. sshh.. teruss.. Kee..! pintaku pada Inneke saat ia mulai mengulum penisku dan hampir semuanya terkulum di mulutnya yang sedikit lebar namun seksi.

Oaakhh.. aakkhh.. sshhsshshh.. desisku saat aku mulai merasakan lagi

denyutan penisku di mulutnya.


Inneke masih menghisap habis seluruh sperma yang tersisa dan kocokkannya semakin cepat, hingga kedua kakiku bergetar menahan ngilu bercampur nikmat.


Oookkhh.. teruss.. hisapphh Sayy..! pintaku sambil mendorong kepala Inneke untuk melakukan lebih dalam lagi.

Ooouakghh.. Plop.. tibatiba mulut Inneke melepas kulumannya dan langsung berdiri menjilat leher dan kedua telingaku bergantian.

Aku ingin di /whirpool/ Sayy..! bisik Inneke.


/Whirpool/ itu sendiri sudah dilengkapi semacam sofa untuk berbaring, sehingga jika berbaring di situ, maka mulai dada sampai kaki akan terendam air hangat bercampur semburan air di sisisisi kolamnya. Aku merebahkan Inneke disana dan memulai percumbuan kami, tubuh kami terasa hangat dan seperti di pijatpijat, sehingga penisku yang sempat layu mulai menegang kembali. Inneke tampak menikmati sensasi ini dan aku tahu bahwa Inneke akan menginginkan /melodi/ yang berbeda dengan Lisa.


Mass.. sshh.. ookkhh.. masukin Aku.. ookkhh.. mmpphh.. pinta Inneke sambil membuka pahanya lebarlebar.


Sejenak aku memainkan kehangatan air, kuayunayun tanganku di dalam air ke arah vagina Inneke yang membuatnya segera menarik tubuhku untuk menaikinya. Kami memang sudah diselimuti nafsu sehingga rasanya

pemanasan Inneke melihat orgasme dari Tante Lisa sudah lebih dari cukup. Tubuh kami hangat oleh air dan kehangatan dari pasangan kami serta semburansemburan air dari selasela kolam membuat kami semakin terbuai

jauh ke awangawang.


Bless.. 10 cm dari penisku mulai menjejali vagina Ineke diiringi desahan, Aaakkhh.. mmpph.. guman Inneke yang membuat Tante Lisa tersadar dan menyusul kami di kolam.


Kuhentakkan pelan, sehingga seluruh penisku mendesak dindingdinding vaginanya yang terasa lebih perat dan berdenyut. Lisa mengambil posisi memangku kepala Inneke di paha kanannya dan membelai lembut kening Inneke.


Aaawww.. ookkhh.. gelli.. Massh.. teriak Inneke saat aku memainkan otot lelakiku di leher rahimnya.

Mass.. dikocok pelaann.. yacch..! pintanya sambil membelai rambutku, membuatku jadi teringat saatsaat romantis dengan pacarpacarku dulu.


Aku mengangguk dan kuikuti apa yang Inneke mau, lalu kukocok perlahan dengan cara sepuluh senti aku kocok lima atau enam kali dan kubenamkan dalamdalam, lalu kuputar pada kocokan ke7. Cara ini efektif untuk menstimulasi /GSpot/ seorang wanita. Kurang lebih lima menit kemudian, Inneke mengangkat kepalanya dan mendaratkan ciuman bertubitubi di mulut dan leherku bergantian. Tubuhnya sedikit menegang dan lebih hangat

kurasa, lalu aku memberi isyarat Tante Lisa untuk menyingkir ke arah bagian belakang kami.


Oookhh.. Masshh.. aakuu.. hammppirr..! bisik Inneke saat aku mulai menaikkan ritme kocokanku.

Tahan Ke..! pintaku, lalu aku memberi isyarat kepada Tante Lisa lagi.

Akkhhgghh.. sshh.. mmpphh.. desahku dan Inneke bersamaan saat telunjuk


Tante Lisa mulai memasuki lubang pantatku dan anusnya Inneke.


Rasanya hangat mengelitik, apalagi jika di kocokkan di kedalaman anusku dan aku bisa membayangkan sensasi yang dialami Inneke. Pasti akan terasa pejal dan nikmat serta sensasional pada kedua lubangnya.


Oookkhh.. Taan.. aakk.. kuu tak kuu..atthh.. teriak Inneke mulai mengawali detikdetik orgasmenya.

Para netters yang budiman, sudah bisa diduga, kami pun terbuai dengan alunan sensai jari Tante Lisa dan hisapan vagina Inneke bersamaan.

Demikian pula Inneke. Panasnya penisku dan gelitik telunjuk Tante Lisa membuatnya lupa daratan.

Aaagghh.. ookkhh.. ookkhh.. aakkhhg.. mm.. sshshh.. awww.. sshh.. ceracauku dan Inneke tidak beraturan.


Dan kurang lebih sepuluh detik kemudian, aku dan Inneke meregang birahi yang dikenal dengan nama orgasmus secara bersamaan. Aku memancarkan spermaku. Terasa lebih banyak dari pada dengan Tante Lisa dan aku juga merasakan aliran mani Inneke dari rahimnya.


Aku menghempaskan tubuhku ke samping Inneke dan Tante Lisa mengambil tempat di sisi lainnya. Hangat tubuh mereka dan kami becumbu seolah tiada hari esok. Kami lanjutkan tidur mesra diapit dua tubuh sintal nan hangat berselimutkan sutra lembut. Dan saat salah satu dari kami terjaga, kami mengulanginya lagi hingga spermaku betulbetul terasa kering.


Minggu siang, kami baru terbangun, lantas kami mandi bersama dan kemudian sarapan pagi. Kami meluncur ke Surabaya dan janji akan kencan lagi entah dengan Tante Lisa ataupun Inneke atau kadang mereka minta barengan lagi.


Aku akhirnya terlibat kisah asmara yang penuh birahi, namun aku puas karena dapat melampiaskan nafsuku yang meletupletup itu. Beberapa kali aku ditawari dan berkencan dengan teman Tante Lisa dan kadang ada yang aku tolak, karena prinsipku bukan jual cinta seperti gigolo, akan tetapi sebuah prinsip petualangan.

Cerita Seks Panas Pengalaman Dengan Banyak Tante

Cerita Sex Panas Kenikmatan Ngentot Dengan Pacar Kakak –  Dimulаi dаri hubungan asmaraku bеrѕаmа Bunga уаng tеruѕ bеrlаnjut dеngаn mеѕrа, аku jugа berhasil merajut hubungan gelap dengan kakaknya si Indah. Suаtu hаri аku mеnсоbа untuk реrgi mаin ke rumah Bunga


Ting tоng”, “Bunga…? Ini аku Agung”,

“Eеh ѕауаng, tumbеn kаmu mаin kеrumаhku, уееее”, iа lаngѕung mеmеluk ku dаn mеnсium рiрiku,

“kаn kаmu ѕudаh ѕеring mаin kеrumаhku, ѕеkаrаng аku lаh уаng mаin kеrumаhmu dоng, hеhе…,

“Mаkаѕih kаmu udаh mаu kеѕini ѕауаng, tарi аku gаk biѕа lаmа, kаrеnа hаbiѕ ini mаu kеluаr ѕаmа kеluаrgа.”

“Oооh, уа udаh аku рulаng аjа уа Bеb”,

‘jаngаn рulаng dulu dоng, kаmu diѕini аjа, kеbеtulаn kаkаk Indah gаk ikut kоk, kаmu tunggu ѕini ѕаmа kаkаk аku уаh”. Lаlu tеrlihаt оrаng tuаnуа kеluаr, аku ѕеmраt bеrѕаlаmаn dаn mеrеkа mеngаjаk Bunga bеrаngkаt реrgi.

“Kаmu tunggu dirumаh уа, аku ngаk lаmа kоk”,

“Iуа, hаti-hаti уааа”. Kеmudiаn mеrеkа bеrаngkаt.

Aduh аku jаdi bingung, mаѕа аku hаruѕ mеnunggu diѕini dеngаn kаkаknуа? Hufft рikirku. Sааt аku mаѕuk, аku kаgеt, tеrnуаtа kаkаknуа Bunga itu ѕеоrаng mаhаѕiѕwi саntik !


“Eееh, kаmu раѕti расаrnуа ѕi Bunga уа, kеnаlin аku Indah, kаkаknуа”,

“Hmmmm… iуа kаk, аku Agung”

“Mаѕuk аjа, аnggар аjа rumаh ѕеndiri”. Lаlu аku mаѕuk kеdаlаm, bаru kuѕаdаri tеrnуаtа kаkаknуа ini ѕаngаt саntik, араlаgi iа mеmаkаi rоk mini dаn tеnktор kеtаt, tеntu ѕаjа bеntuk buаh dаdаnуа ѕаngаt jеlаѕ tеrраmраng.


Sаmbil mаlu-mаlu аku mаѕuk dаn duduk dikаrреt ѕаmbil nоntоn tv.


“Gung, ini аdа minumаn, diminum аjа уа”,

“iуа mаkаѕih kаk”. Lаlu mаѕuk kеkаmаrnуа dаn kеmbаli dеngаn mеmbаwа buku.


Iа kini bеrрindаh kеѕеbеlаhku. Kаk Indah lаlu tidurаn ѕаmbil mеmbаса buku, iа bеrѕаndаr раdа bаntаl. Aku уg ѕеdikit dibеlаkаngnуа biѕа mеlihаt lubаng diаntаrа buаh dаdаnуа, kini tеnggоrоkаnku mulаi kеring. Bеbеrара mеnit kеmudiаn tеlроn rumаh bеrbunуi, Kаk Indah рun mеngаngkаtnуа.


“Hаlо? Adа ара Bunga? Aра? Gаk рulаng ѕеkаrаng? Hhhmm… оkе оkе… iуа аku kаѕih tаu diа kоk, Hаti-hаti di ѕаnа уаh”.


Aku уаng mеndеngаr реrсаkараn itu lаngѕung bеrрikir Wаh ѕереrtinуа Bunga gаk biѕа рulаng ѕеkаrаng.


“Gung, Si Bunga kауаknуа gаk biѕа рulаng hаri ini, “Oооh, уа udаh… аku рulаng аjа уа kаk…”,

“Jаngаn dоng Gung, tеmеnin kаkаk disini уаh, аku tаkut ѕеndiriаn” ѕаmbil mеringik dаn mеlоmраt mеmbuаt buаh dаdаnуа hаmрir kеluаr.

“Yа udаh kаk”, “gini аjа, kitа nоntоn film аjа уuk, kаkаk аdа film bаguѕ niih,”

“Okе dеh kаk”


Lаlu kаk Indah mеnуаlаkаn kаѕеt dаn mulаi mеmutаr film. Tеrnуаtа film уаng diрutаr itu аdаlаh film hаntu Indоnеѕiа уаng аgаk bеrbаu ѕеkѕ dаn сеwеk-сеwеknуа mеmаkаi Hоtраnѕ, kаrеnа аdа аdеgаn bеrсiumаn, Pаѕ аdеgаn аdа hаntu уg munсul tibа-tibа, kаk Indah kаgеt. Game Slot Online


“Wааааааааааhhh”, Tibа-tibа iа mеrаngkul ku, kurаѕаkаn buаh dаdаnуа mеnеmреl bаhuku.

“Eееh mааf уа Gung, аku kаgеt tаdi”,

“iуа, gрр”. Tibа раdа ѕааt сеwеk уg аdа difilm itu tidurаn, dаn аdа lаki-lаki уg bеrаdа diаtаѕnуа,


Kеmudiаn kаmеrа bеrрindаh kеbаwаh dаn hаnуа mеnаmрilkаn rаnjаng уg bеrgоуаng bеѕеrtа ѕuаrа dеѕаhаn.”Ahhhh… Ahhhh… Ahhhh…”


“Kоk gini ѕih Gung? Mеrеkа ngараin ѕih? Kоk kаmеrаnуа diрindаh”uсар kаk Indah

“Yа kаn mеrеkа bеrhubungаn ѕеx kаk, уа ngаk bоlеh dirеkаm dоng”

“уаhh аku jаdi ngаk tаu dеh”,

“mаѕа kаkаk gаk tаu? Agung аjа tаu ара уg mеrеkа lаkukаn”, Jаwаbku Pеdе”

“Ngаk tаu Agung аѕli, еmаng ара уg mеrеkа lаkuin ѕih?”, Lаgi-lаgi аku bеrtеmu реrеmрuаn роlоѕ уg ѕiар dinikmаti tubuhnуа.

“Gimаnа kаlо Agung рrаktеkin аjа kаk? Tарi ѕаmа kаkаk уа,”jаwаbku tеrtаwа


Hhhhhmm…”tеrdеngаr ѕuаrаnуа ѕаmbil bеrрikir


“Okе dеh Agung уuk kitа kеkаmаr. TV рun dimаtikаn dаn kini аku udаh ѕiар bеrаkѕi.

“Kаk соbа tidurаn dеh di аtаѕ kаѕur”


Lаlu tаnра bаѕа-bаѕi аku рrаktеr mеnсium bibir ѕeksinya kаk Indah, lаlu ku сium lеhеr, ѕаmbil ku еluѕ-еluѕ раhа muluѕ miliknуа.


“iih Agung gеli аhh… hаhаhа”diа tеrtаwа kееnаkаn

“ini mаѕih аwаlnуа dоаng kаk, kаkаk bеlum tаu kаn kеnара rаnjаng difilm tаdi bеrgоуаng?”,

“iуа Gung, tеruѕin dоng”,


Okе ѕеkаrаng kаkаk bukа bаju nуа уаа”. lаlu iа mеnuruti реrminаtааnku, еntаh kеnара сеwеk ini tidаk аdа реmbеrоntаkаnnуа, раdаhаl аku tidаk mеmрunуаi ilmu hiрnоtiѕ ѕаmа ѕеkаli. Iа mеlераѕ tаnktор dаn rоk mininуа. Tеrlihаtlаh tubuh indаh miliknуа, kulihаt tubuhnуа уg рutih muluѕ tеrаwаt tаnра bulu ini ѕiар untuk diѕаntар. Pikirku. Lаngѕung аku nаik kеаtаѕ nуа kini kumulаi mеrеmаѕ kеduа buаh dаdа bundаr milik kаk Indah, tеrаѕа раdаt dаn kеnуаl ѕеkаli,


“Uuuh, Gung, еnаk bаngеt rаѕаnуа”


Lаlu Pеniѕku kini mеnеmреl di реrutnуа, Aku lаnjut mеrеmаѕ buаh dаdаnуа, kujilаt dаn kugigit реlаn-реlаn рutingnуа. Tеrnуаtа аir kеjаntаnаnku ѕudаh mеmbаѕаhi реrut kаk Indah уаng ѕеxу itu.


“Hmmmm.. еnаk bаngеt Gung, “Uuuuuuh”.Kutеruѕkаn mеmutаr dаn mеnjilаti buаh dаdа kаk Indah ѕереrti mеnjilаt Iсе сrеаm уаng lеzаt.


Sudаh сukuр lаmа аku bеrmаin dеngаn tоkеdnуа, kini аku kеbаgiаn раntаtnуа, Kаrеnа аku mеmilih mеnikmаti lubаng раntаtnуа. Lаlu juаngkаt kеduа kаki kаk Indah dаn bеrѕiар-ѕiар mеmаѕukkаn реniѕku kеdаlаm lubаng аnаlnуа itu. Slot Online Indonesia


“Siар уа kаk”. Kini реniѕku mulаi mеmаѕuki lubаng аnаl itu ѕесаrа реrlаhаn-lаhаn.

“Guuunnggg…. Ouuhhhh…Hhhhmmmm..”dеѕаh kаk Indah kе еnаkаn.

“Enаkkаn kаk? lаlu аku gеѕеk lаgi аjа biаr tаmbаh nikmаt”. Aku mulаi mеmреrсераt gеrаkаn mаju mundurku didаlаm lubаng аnаl Kаk Indah, ѕаmbil ku rеmаѕ-rеmаѕ buаh dаdаnуа уаng kеbеtulаn kаmi bеrmаin роѕiѕi dоggу ѕtуlе


Sеkаrаng rаnjаng ini mulаi bеrgоуаng. Adеgаn ѕеkѕ film itu ѕudаh bеrhаѕilku рrаktеkаn bеrѕаmа kаk Indah уаng mеndеѕаh tеruѕ-tеrѕuаn diаtаѕ rаnjаng.


“Hmmmmm…Awwwwww… Yееаааааhhh” tеrdеngаr ѕuаrа dеѕаhаnуа tеrdеngаr kеrаѕ.


Tеruѕ kuhаjаr аjа lubаng itu ѕаmраi аku mеrаѕа рuаѕ. Bеbеrара ѕааt kеmudiаn аku bеrhеnti mеnikmаti lubаng Anаlnуа itu.


“kаk, duduk ѕitu уа ѕаmbil mulutnуа dibukа dаn kеnуоt bаtаng ini” uсарku. Iа рun mеmbukа mulutnуа, lаngѕung kumаѕukаn реniѕku kеmulutnуа, kugеѕеk mаju mundur ѕаmbil kuреgаngi kераlаnуа.


Kаrеnа аku ѕudаh mеrаѕа рuаѕ bеrmаin dаri tаdi, dаn bеbеrара mеnit kеmudiаn….


Crоооt… Crоооt… Crоооtt…!!!


“Uuuuhhhh… аir mаni ku munсrаt di dаlаm mulutnуа”

“tеlаn аjа kаk, еnаk lоh”рintаku.


Tаnра bаѕа-bаѕi раnjаng lеbаr, kаk Indah mеngikuti реtunjukku dаn mеngоmеntаri аir mаni tеrѕеbut.


Kоk rаѕаnуа аdа аѕin-аѕin gitu уа Gung?


Iуа gрр kаk, itu untuk kеѕеhаtаn bаgi wаnitа аgаr аwеt mudа kаlаu minum аir mаni”uсарku ѕingkаt dаn lаlu tеrbаring di аtаѕ kаѕur bаrеngnуа.

Cerita Sex Panas Kenikmatan Ngentot Dengan Pacar Kakak

Cerita Sex Panas Dewasa Indahnya Bercinta Dengan Tunangan Adik Temanku, Nama saya Erick, tentu bukan nama asli dong. Saya tinggal di kota yang kebetulan disebut kota pengalaman saya ini terjadi mungkin sekitar dua tahun yang lalu. Sebut saja Indi (bukan nama sebenarnya), dia adalah tunangan teman saya yang bernama Edi (bukan nama sebenarnya) yang tinggal di Jakarta, yang pada saat itu Edi harus keluar kota untuk usahanya. Oh ya, ini Edi punya adik laki-laki bernama Deni, di mana adiknya juga teman mainku.


Jika saya tidak salah, itu adalah hari Minggu malam, kebetulan saat itu saya lagi bersiap-siap untuk keluar. Tiba-tiba telepon di rumah saya berdering, itu dari Deni yang ingin meminjam sepeda saya untuk menjemput temannya di stasiun kereta. Dia juga mengatakan nitip sebentar tunangan saudaranya, karena di rumah lagi tidak ada. Saya tidak bisa menolak, toh saya ingin tahu tunangan teman saya seperti bagaimana tampilannya.


Tidak lama setelah Deni tiba, karena rumah itu tidak begitu jauh dari rumah saya dan langsung menuju kamar saya.


“Hei Rick ..! Aku ke kanan ya .. mana kuncinya ..?” kata Deni.


“Tuh .., di meja belajar.” Aku berkata, tapi di hatiku aku kesal juga bisa membatalkan deh deh ku.


“Oh ya Rick .., kenalin nih tunangan adikku .. aku nitip sebentar ya, karena sebelumnya di rumah tidak ada orang di sana, jadi aku undang dulu di sini .. Rick sebentar Rick ..,” kata Deni sambil tertawa kecil.


“Erick ..,” kataku, mengulurkan tanganku.


“Indi ..,” katanya sambil tersenyum.


“Busyeett ..! Senyumnya ..!” Saya berkata pada diri sendiri. Jantungku berdegup kencang saat aku berjabat tangan dengannya. Bibirnya sangat sensual, kulitnya putih, payudaranya sangat besar, matanya, hidungnya, lagi pula, wahh ..! Akibatnya pikiran kotor saya mulai keluar. Slot Game Online Indonesia


“Heh .. .. kok malah bodoh Rick ..!” kata Deni, menepuk pundakku.


“Eh .. oh .. kenapa Den ..?” mengagetkanku juga.


“Rick, aku pergi dulu ya! Ooh ya Ndi .., kalau erick macem-macem, teriak aja ..!” kata Deni ketika dia pergi. Indi hanya tersenyum. “Sial lu Den ..!” Aku bergumam pada diriku sendiri. Putri Deni, saya hanya orang yang bingung, sepenuhnya salah dan saya tidak tahu harus berbuat apa. Pada dasarnya saya agak pemalu, tetapi saya juga memaksa akhirnya.


“Mo minum apa Ndi ..?” Saya mengatakan rasa malu saya.


“Apa pendapatmu tentang Rick, jangan berikan racun.” katanya sambil tersenyum.


“Bisa juga canda cewek, aku suka stimulan baru tahu ..!” Aku berkata dalam diam ketika aku pergi untuk mengambil minuman kaleng di kulkas. Akhirnya kami mengobrol dengan tidak yakin, sampai dia mengatakan kepada saya bahwa dia kesal sekali dengan tunangan Edi, artikel dia tidak tahu apakah Edi pergi ke luar kota. Sudah sampai ke Bandung, ternyata orang yang dituju itu pergi, padahal sebelumnya Edi mengatakan bahwa dia tidak akan pergi kemana-mana.


“Udah deh Ndi .., mungkin rencananya diluar dugaan .., jadi kamu harus mengerti dong ..!” Saya katakan bijaksana.


“Yah, aku tidak tahu apa itu Rick, tapi ini sudah pertama kalinya, aku terkadang suka curiga, mungkin dia punya gadis lain ..!” Indi berkata dengan nada kesal. “Heh .., jangan nuduh dulu Ndi, siapa tahu tebakanmu salah,” kataku.


“Tau ah .., jadi bingung aku Rick, udah deh, gak usah ngomongin dia lagi ..!” potong Indi.


“Apa yang akan kamu katakan?” Saya katakan dengan polos. Indi tersenyum pada apa yang saya katakan. “Kamu sudah punya pacar Rick ..?” tanya Indi.


“Eh, belom .. jangan jual Ndi .. di mana ada yang mau sama aku ..?” Saya mengatakan sedikit kebohongan.


“Ah bohong kamu Rick ..!” Indi berkata sambil mencubit lenganku. Seerr ..! Tiba-tiba aliran darahku seperti melaju kencang, saudaraku secara otomatis berdiri perlahan, aku sangat canggung. Sepertinya Indi melihat perubahan yang terjadi pada saya, saya langsung berpura-pura minum minuman lain, karena minuman saya hilang, tetapi dia segera menarik tangan saya.


“Apa Ndi ..? Minumannya hilang juga ..?” Saya mengatakan dengan bodoh.


“Rick, kamu mau nolongin aku ..?” Indi berkata seperti menyedihkan.


“Iyaa .., apa itu Ndi ..?” Saya membalas.


“Aku .., aku .. ingin bercinta Rick ..?” Indi pinta. “Hah ..!” terkejut juga saya mendengarnya, seperti kilat di siang hari, bayangkan saja, hanya satu jam yang lalu kami bertemu, tetapi dia telah mengatakan hal-hal seperti itu kepada saya.


“Ka .., kamu ..?” Aku tergagap. Aku masih tidak melanjutkan kata-kataku, jari telunjuknya menempel langsung ke bibirku, lalu dia mengelus pipiku, lalu dengan lembut dia juga mencium bibirku. Saya hanya tidak bisa mengatakan apa pun menerima perlakuan semacam itu. Meskipun ini mungkin bukan pertama kalinya bagi saya, tetapi jika ini adalah pertama kalinya saya merasa dengan orang baru yang saya kenal.


Begitu lembut dia mencium bibirku, lalu dia berbisik padaku, “Aku ingin bercinta denganmu, Rick ..! Puasin aku Rick ..!” Lalu dia mulai mencium telingaku, lalu leherku, “Aahh ..!” Saya menghela nafas. Karena diperlakukan seperti itu, gejolak saya akhirnya juga bangkit. Begitu lembut dia mencium di sekitar leherku, lalu dia mencium bibirku lagi, menjulurkan lidahnya mengalir melalui rongga mulutku. Akhirnya menciumnya juga, ombak nafasnya mulai tidak teratur. Kami berciuman sebentar, lalu aku melepaskan ciumannya, lalu kujilat telinganya, dan menelusuri leher putihnya yang terbuat dari marmer. Dia menghela nafas, “Aahh Rick ..!” Mendengar desahannya, saya menjadi lebih ringan, tangan saya mulai menyebar ke belakang, ke dalam kaosnya.


Lalu aku menunjuk ke hook BH-nya, dengan satu sentakan, kaitnya terlepas. Lalu aku mencium bibirnya lagi, kali ini ciumannya semakin sedikit keras, mungkin karena nafsu yang telah mencapai mahkota, lidahku tersedot sampai sakit, tetapi rasa sakitnya terasa sakit. “Rick .., buka dong baju ..!” katanya manja. Judi Slot Online


“Bukain dong Ndi ..,” kataku. Sambil menciumku, Indi membuka satu demi satu kancing kemeja, lalu mengancingkanku, lalu dia melemparkannya ke sisi tempat tidur. Dia segera mencium leherku, terus menuju putingku. Aku hanya bisa menghela nafas karena senang, “Akhh .., Ndi.” Lalu Indi mulai membuka ikat pinggang saya dan celana saya terbuka juga. Akhirnya tinggal celana dalam saja. Dia tersenyum ketika melihat kepala pangkal paha saya terlepas dari set alias yang menyembul.


Indi melihat wajahku sebentar, lalu dia mencium kepala pangkal pahaku yang mencuat keluar. Perlahan dia menurunkan celana saya, lalu dia melemparkannya sesuka hati. Dengan nafsu dia mulai menjilati cair cair keluar dari selangkanganku, rasanya enak. Setelah puas menjilati, lalu dia mulai memasukkan selangkanganku ke mulutnya.


“Okhh .. bagus sekali,” kataku pada diriku sendiri, seolah-olah bajuku terasa tersedot. Indi sangat menikmatinya, sesekali dia menggigit pangkal pahaku.


“Auwww .., sakit dong Ndi ..!” Saya katakan, sedikit mengernyit. Indi seperti tidak mendengar kata-kata saya, dia masih terus mendorong kepalanya ke belakang. Disembuhkan, akhirnya saya juga tidak kuat, saya tidak cukup kuat untuk menahannya, “Ndi, saya ingin keluar .. akhh ..!” Indi acuh tak acuh, dia malah mengisap batang kemaluanku lebih keras lagi, sampai akhirnya, “Croott .. croott ..!” Saya menyemprotkan lava panas saya ke mulut Indi. Dia menelan semua cairan sperma saya, merasa sedikit sakit juga tapi enak.


Setelah cairan benar-benar bersih, Indi kemudian berdiri, lalu membuka semua bajunya sendiri, sampai akhirnya telanjang. Lalu dia datang, menciumku di bibir


“Rick ..! Masukkan Rick ..! Masuklah ..!” memohon padanya dengan wajah memerah menahan nafsu. Aku yang telah menahan nafsu, lalu bangkit dan mengarahkan pistolku ke mulut kemaluannya, kugesek-swip sekali di sekitar bibir kemaluannya.


“Udah dong Rick ..! Cepet masuk ..!” katanya manja.


“Hmm .., rupanya ni cewek nggak terlalu terkesan.” Saya berkata pada diri sendiri. Lalu aku menarik tubuhnya ke bawah, sehingga kakinya menjuntai ke lantai, kemaluannya terlihat. Aku mendorong sedikit paha, lalu mengarahkan selangkanganku ke liang merah persetubuhan. Perlahan tapi pasti saya mendorong tubuh saya.


“Bless ..!” Akhirnya tanggul saya tenggelam di dalam lubang alat kelamin Indri.


“Aaakkhh Rick ..!” Indi menghela napas. Kaget juga dia karena sentakan instan saya yang menembus alat kelamin Indi. Aku mulai cemberut sendiri, semakin cepat dan cepat, kadang-kadang meremas-remas bukit kembar. Lalu aku mencium tubuhku, lalu aku menghisap putingnya.


“Aakkhh .., teruss .., Sayangg ..! Teruss ..!” erangan Indi sambil memegang kedua pipinya. Aku masih mengaduk-aduk tubuhku, tiba-tiba tubuh Indi mengejang, “Aaakkhh .. Eriicckk ..!” Rupanya Indi telah mencapai puncaknya lebih dulu. “Aku sudah keluar sayang dulu ..!” kata Indi.


“Aku Ndi tua ..,” kataku sambil tetap mendorong tubuhku. Lalu aku mengangkat tubuh Indi ke tengah tempat tidur, secara spontan, kaki Indi meringkuk di pinggangku. Aku mendorong tubuhku, diikuti oleh bokong Indi yang goyah.


“Aakkhh Ndi .., sudahkah kamu sangat baik.” Saya katakan terpuji, Indi hanya tersenyum. Saya juga heran, mengapa saya bisa keluar untuk waktu yang lama. Tubuh kita berdua sudah basah dengan keringat, kita masih mendayung bersama menuju puncak kenikmatan. Akhirnya saya tidak cukup kuat untuk menahan kesenangan ini.


“Aahh Ndi .., aku hampir keluar ..,” kataku sedikit terbata-bata.


“Aku juga Rick ..! Kami keluar bersama ya sayang ..!” kata Indi sambil mengayun pantatnya yang telanjang. Pantat Indy semakin liar. Saya tidak kurang sama dengan Indi, frekuensi akselerasi saya berakselerasi, hingga akhirnya, “Aaakkhh .., Ericckk ..!” pekik Indi sambil menancapkan kukunya ke pundakku.


“Aakhh, Indii .., aku mencintaimu ..! Siku saya memeluk tubuh Indi. Kami terdiam selama beberapa saat, terengah-engah seperti pelari maraton.


“Kamu sangat hebat, Rick ..!” Puji Indi.


“Kamu juga Ndi ..!” harga diriku juga setelah beberapa saat kami berpelukan. Lalu kami cepat-cepat mengembalikan pakaian kami karena takut adik Indi datang.

Cerita Sex Panas Dewasa Indahnya Bercinta Dengan Tunangan Adik Temanku

Cerita Sex Panas Suster Semok Idamanku,  Ketika saya di rumah sakit, ada seorang perawat dengan tubuh yang sangat menarik. Suatu pagi seorang perawat seksi memasuki ruangan tempat dia dirawat, dan saya terpesona dengan butt buah yang begitu padat sehingga saya tidak bisa lagi menahan darah dari masalah masa muda saya dan memanas, sehingga tanpa sadar tangan kanan saya meraih sepotong perawat ass yang ada di dalamnya Saatnya untuk memperbaiki selimut.


Tangung benar-benar sangat, sehingga tangan kanan saya jatuh pada perawat permukakan pantat yang saya terus gosok semangatnya terbakar, jadi saya tidak lagi peduli dengannya sampai waktu perawat mengingatkan saya dengan suara yang terdengar begitu lembut suara mengoda mencoba dan bermain nafsu yang tak tertahankan lagi.



“SHHH .. jadi dong, ini masih pagi,” ucapnya dengan tenang, dan aku berdiri lebih hati-hati terutama ketika perawat dan dada membungkuk yang memungkinkanku menatap payudaranya sudah pecah-pecah dan menawan sebenarnya mirip, belum lagi dua kancing baju yang terpisah. , atau tidak kemungkinan itu tidak sengaja.


Setelah menyusui seorang perawat selimut yang menutupi saya, saya meninggalkan ruangan yang saya tiduri dan disiksa oleh gairah yang memuncak karena tidak terpenuhi. Setelah beberapa menit nafsu sudah tenang, aku mulai menyadari dan merasa malu dengan kelakuan memalukanku dan tentu saja adalah perawat yang sangat menghina terhadap perlakuanku yang tidak senonoh terhadapnya.


Keesokan paginya, saya berencana untuk meminta maaf kepada perawat yang mendebarkan, tetapi ternyata perawat lain sedang bekerja pagi itu. Ternyata ada jadwal perubahan, dan lebih saya merasa bersalah karena mungkin karena perilaku kurang kenarku terhadap perawat seksi, jadi dia tidak lagi nyaman untuk memenuhi tugasnya sebagai perawat.


Jam di dinding sembilan jam, saya lelah melihat TV mematikan TV, saya mulai berpikir seorang perawat yang sangat seksi yang indah dan libidoku sangat menarik sangat mudah untuk ditangkap,


Tanpa menyadari bagian saya yang keras dan naluriah, tangan saya merangkak di pakaian yang menempel di tubuh saya, yang sebenarnya sangat longgar dan praktis hanya menempel karena bentuknya seperti jubah pendek dengan rantai di sisi kanan kirinya. Saya mulai memenangkan kejantanan saya. Tiba-tiba kepala kepala penggemar tampak terkejut dengan yang lain, Game Slot Online



“Mereka … Bisakah aku membelai kepalamu sedikit?”, Suara itu sangat lembut dan menggoda, dan suara lembut dari sepasang bibir merah retak oleh perawat berubah menjadi seksi, dan tiba-tiba datang padaku yang tidak saya sadari.


Sebelum saya mengambil kata-kata dari mulut saya, seorang perawat seksi menekan jarinya di bibir saya, jadi saya tidak dapat melakukan hal lain tetapi tidur di punggung mereka dan tampak seperti perawat gadis seksi dengan kakinya masih di atas semen dan gantung.


Perawat itu satu demi satu melepas kemejanya, lalu dengan pakaian ini membiarkannya menyebar ke lantai. Payudara menawan, yang tampak menawan samakin, terutama setelah penutupan dada yang terlihat kecil dibandingkan dengan sepotong besar daging halus dan tidak bias, membuat saya semakin bergetar dengan gairah yang saya tidak punya kendali lagi.


“Kamu harus selalu memikirkan aku atau setidaknya membayangkan tubuh ini. Sekarang kamu bisa melihat dengan jelas sehingga kamu bisa terus merasakan tubuhku.” Dia mendekat, bahkan tangan dengan lembut membelai kulit dengan mulus.


Perawat biasa menerima bibir saya dan saya tidak ingin kehilangan dan mencoba untuk menghancurkan bibir dan bermain dengan lidahnya, dan kemudian melompati saya dengan posisi pantat di atas kepala saya dan kepalanya di pinggul saya, dengan kain lembut menutupi selangkangannya mengungkapkan,


Karena saya tidak mudah memakai celana dalam itu perawat seksi menelanjangi selangkangannya lalu menggenggam dan menekan bagian pelirku yang lain yang kerasnya yang berliku pusakaku sudah bengkak kepala.


“Ayo, flickey juga milikku”, bayarannya adalah seorang perawat di sela-sela kekhawatiran. Tanpa pikir panjang saya melepas celana kapiler warna pink menutupi liang betina terakhir yang kusingkap, strobo yang kuat dengan lembut bibir belahan wanita mulai bermain trik dengan lidah saya, mencicipi rasa lezat buat saya.


“EEST … hei .. uuh asyik ..!” Seorang biarawati seksi menghela nafas yang sangat sensasional. “Aaah … huh …!”


Saya merasakan kegembiraan seperti itu untuk menguatkan serangan, dengan roh lidah saya terjebak di bagian senggamanya bibir memesona, kemudian setelah langit mulai kenikmatan saluran drainase, saya menggigit klitoris lunak di liang betina,


“Ssstt hmmm…gitu dong, kamu juga bisa pintar ESST hooo… Sang biarawati adalah biarawati seksi di tengah mengelora nafsu deraian. Situs Slot Online


Setelah beberapa waktu kemudian dia turun dan mengambil sesuatu dari saku seragamnya tergeletak di tanah dan kemudian dia kembali dan dia merobek senyawa itu lebih dekat dan terus berubah menjadi kondom, lalu meletakkan kondom ke jeruji dan kejantanannya adalah sudah keras dan bengkak.


Kemudian mengambil pos mengambang sekarang di atas paha, kemudian mencoba untuk memasuki liang betina di paha batang, sehingga paha kepala sudah di tempat yang tepat ia melemparkan pantatnya ke bawah sampai seluruh pelirku diangkat di liang betina,


Lembut mengangkat pantat, lalu membanting kembali, melanjutkan gerakan yang dia lakukan dengan desahnya yang terus menerus jelas bagi saya semua payudara montok memantul bouncing bergabung naik turun sangat indah, dan saya mencoba meraih payudaranya maka saya premas-ditekan saat bermain dengan ujung jarinya.


Desahan itu nampak semakin kusut bentukannya, hingga tubuh suster yang terasa seksi mengencang, lalu terasa cairan hangat mengalir batang batang di dalam sisi senggamanya dari liang dengan desahan panjang.


Segera saya merasa hormon-hormon saya berkumpul di satu tempat dan tanpa bisa kubendung lagi, air mani dikeluarkan manusia. Kami sampai di puncak kesenangan yang kami dambakan.


“Kekhawatiran … mungkin juga maskulinitasmu,” wajah perawat itu puas. Setelah mengenakan seragam lagi tanpa ada kesempatan untuk mengenakan jilbab dia pingsan dari kamar dan meninggalkan celana dalam warna pink yang masih dipegang dan pinggul masih membungkus kondom dengan sperma pada akhirnya.

Cerita Sex Panas Suster Semok Idamanku

Cerita Sex Panas Nikmatnya Memek Mama Teman Sendiri, Panggil saja aku Donny, dulu aku mempunyai kelompok belajar yang selalu rutin belajar di salah satu rumah teman kami, Faris. Aku, Faris, Yadi dan Boby. Setiap ada tugas atau akan ulangan kami berempat selalu belajar kelompok sampai menginap, karena pada saat itu, anak kelas satu masuk sekolah pada siang hari


Temanku yang bernama Faris dari keluarga yang bisa dibilang kaya dibanding teman-teman yang lain. Dia adalah anak kedua dari 2 bersaudara alisa anak ragil. Ayahnya seorang pejabat Depkeu dan ibunya merupakan dokter di salah satu RS ternama di kota S, kami biasanya memanggil dengan sebutan tante Stella. Kalau belajar kami sampi malem otomatis kami bertiga menginap di rumah Faris. Malah kadang kami sering diajak berlibur sama keluarnya Faris.



Rumah Faris terdiri dari dua lantai. Bila Faris sudah tidur di kamarnya yang berada di lantai bawah, kami bertiga sering membicarakan kakaknya yang bernama Mela. Hal yang kami bicarakan tidak lain adalah wajah ayunya serta body seksi yang disertai kulit putih mulus terawat. Tapi anehnya, aku malah tertarik melihat tante Stella, yang usianya kira-kira 40tahun. Bila melihat tante Stella muncullah hasrat fantasi sesku yang membuat darahku berdesir tak menentu. Berhubung tante Stella merupakan ibu kandung dari teman baikku jadi aku hanya bisa berkhayal dan cuma bisa memendam rasa ini, aku tidak berani cerita pada orang lain.


Seluruh anggota kelurga Faris penyuka olahraga, maka setiap minggu selalu diisi dengan kegiatan berolahraga. Terutama olahraga tenis. Kebetulan aku juga mahir dalam bidang tenis, maka aku selalu diajak bermain tenis bersama. Slot Deposit Pulsa Online


Aku yang dianggap paling jago, maka aku sering dipasangkan dengan tente Stella apabila bermain double. Tante Stella memiliki body yang proporsional dengan tinggi badan sekitar 167cm, pakaian yang dikenakan tante Stella sewaktu bermain tenis memang selalu seksi. Dengan memakai rok pendek serta atasan model tank top. Kami sering berpelukan serta bersentuhan apabila kami memenangkan permainan. Dan itu membuat jantungku berdebar tak menentu serta timbul hasrat sex terhadap tante Stella. Kadang setelah selesai olahraga, aku langsung masturbasi dengan membayangkan wajah dan tubuh tante Stella yang seksi.


Pada waktu malam minggu, karena tak memiliki pacar aku menghabiskan malamku dengan berkeliling kompleks menggunakan mobil papaku sendirian. Semua temanku pada ngapel termasuk Faris. Tepat di depan rumah Faris, entah apa yang terjadi dengan mobil yang kubawa tiba-tiba terbatuk-batuk seperti kehabisan BBM. Padahal waktu itu hujan sangat lebatnya dan SPBU terdekat kira-kira 3km dari lokasi tempat mobilku mogok. Akhirnya aku memutuskan untuk meminjam telpon di rumah Faris untuk menelpon papaku atau siapa saja untuk membantuku membelikan BBM.


Sambil hujan-hujanan aku berlari menuju rumah Faris, begitu sampai diteras rumahnya, terlihat suasananya sepi tak ada mobil atau terdengar suara dari dalam rumah menandakan kalau rumahnya sedang kosong. Meski begitu aku tetap saja mencoba memencet bel rumah 2x, tapi tak lama kemudian terdengar suara dari dalam rumah.


“Ya…siapa?”. Begitu mendengar jawaban itu hatiku langsung berdebar karena aku sangat kenal dengan suara itu

“Donny, tante…maaf tante malem-malem ganggu. Aku kehabisan bensin di depan rumah tante dan berniat mau pinjam telpon untuk menghubungi papa saya” jawabku.

Kemudian terdengar suara langkah menuju pintu dan ketika pintu terbuka tampaklah sesosok wanita setengah baya yang terlihat sangat menawan.


“Donny…malem-malem gini hujan-hujanan, ayo masuk dulu, langsung masuk saja ke kamar Faris utnuk cari baju ganti, terus kalau sudah selesai ke ruang tengah ya biar tante buatin teh anget” kata tante Stella.

Di dalam kamar dan berganti baju, aku masih terbayang tante Stella yang pada waktu malam itu menggunmakan gaun tidur yang tipis yang memperlihatkan tubuh seksinya.


Begitu selesai ganti baju aku langsung menuju ruang tengah seperti yang disuruh tante Stella. Kuminum teh hangat bikinan tente Stella, dan kemudian bertanya padanya,


“Kog sepi tante pada kemana?”

“Om, lagi ke rumah saudaranya yang sedang sakit, sedangkan Mela tadi dijemput pacarnya mau diajak jalan dan Faris kamu tau sendiri donk kemana dia” terang tante Stella.

“Kog tante gak ikut Om?” tnyaku penasaran.

“Kebetulan mbak Minah(pembantu rumah tante Stella) sedang ijin pulang kampung, jadi tante harus jaga rumah deh” jawabnya.

“Oh iya tante, aku mau pinjem telpon jadi lupa nih” kataku.

“Hahahaa…emang kamu lagi mikiran apa kog jadi lupa kalau mau pinjam telpon” kata tante Stella sambil tertawa.

“Hehehee…gak mikir apa-apa kog tante?” jawabku agak malu.


Aku langsung saja menuju ruang keluarga dan segera telpon ke rumahku tapi sama sekali tak ada jawaban. AKu mencobanya berulang kali tetap saja tak ada yang menjawab telponku. Dari belakang tiba-tiba terdengar suara tante Stella,


“Gak diangkat Don?” tanyanya.

“Gak tante, mungkin sudah pada tidur” jawabku.

“Ya udah kamu tunggu Faris aja, sembari nemenin tante” katanya.

“Iya tante” jawabku singkat.


Kemudian tante Stella mengajakku ke duduk di sofa depan TV. Sebelum aku sempat duduk di sofa, tante Stella berkata padaku,


“Oya Don, tolong donk ajarin tante lagunya Cellin Dion yang My Heart Will Go On, jari-jari tante masih kagok untuk berpindah-pindah”

“Kapan tante?” tanyaku.

“Sekarang aja yuk, mumpung kamu disini…” ajaknya.


Kami berdua lalu berjalan menuju piano dan duduk berdampingan di kursi piano yang tidak terlalu besar. Karena aku mengajari perpindahan jari-jari tangan otomatis aku selalu memegang jari tante Stella yang halus dengan kuku yang terawat dengan baik. Detak jantungku terasa makin berdebar apalagi ditambah menghirup bau parfum dari tubuh tante Stella yang membuat batang kontolku jadi mengeras secara perlahan.


“Lhoh Don kenapa suaramu jadi bergetar gitu, kamu kedinginan ya?” tanya tante Stella.

“Gakpap kok tante, aku hanya…” jawabku terpotong.

“Jangan-jangan kamu gak mau ngajarin tante ya? Atau mungkin kamu ada janji malam minggu dengan pacar kamu?” tante tanye Stella penasaran.

“Aku belum punya pacar tante, gak kayak Faris dan yang lainnya” jawabku.


Duduk tante Stella semakin merapat padaku dan tiba-tiba kepalanya bersandar di bahuku dan dia bertanya padaku,


“Don, pernah gak Faris bercerita padamu kalau ayahnya punya istri lagi yang jauh lebih seksi dan muda dari tante, usianya 27tahunan kira-kira”


Mendengar itu aku jadi kaget setengah mati masak sih ayahnya Faris punya istri lagi padahal menurutku tante Stella nyaris sempurna.


“Masak sih tante, kalau aku lihat sih tante sama om mesra-mesraan terus” kataku.


Lagi-lagi duduk tante Stella semakin merapat padaku, tangannya diletakkan diatas pahaku dan dengan tidak sengaja tanganya menyentuh batang kontolku yang sejak tadi makin mengeras saja, tante Stella pun lalu berteriak kecil,


“Ah…”. Tante Stella langsung menatapku yang menunduk malu. Dengan wajah sendu dan sensual dia kembali bertanya padaku,


“Don, jawab jujur yaaah, kamu sudah pernah berhubungan intim belum?”

Dan dengan kaget dan gugup aku menjawab, “Be..be…belum pernah tante”

“Mau gak kalau tante ajarin…sebagai gantinya kamu ngajarin tante main piano” katanya.

Aku tak kuasa menjawab pertanyaan tante Stella tersebut tapi tiba-tiba tente Stella langsung menyosor mulutku secara liar. Lidahnya terus berusaha menjilat seluruh bagian mulutku. Tak hanya itu tangannya pun terus meremas telinga dan rambutku.


“Donny sayang, ayo kita pindah ke kamar aja yuk” ajaknya. Mendengar itu aku semakin kaget bercampur bahagia karena sebentar lagi aku bisa merasakan kehangatan tubuh tante Stella yang sudah lama aku idamkan.


Sesampainya di kamar tante Stella langsung mendorongku ke kasur dan menindih badanku. Selanjutnya tante Stella langsung melucuti baju tidurnya dan terbentanglah toket montok dengan puting kemerahan. Dalm keadaan masih bengong, tiba-tiba tangan tante Stella menarik tanganku dan langsung dibimbingnya ke arah toketnya. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku langsung meremas dengan halus sambil memilin putingnya yang makin tegak dan mengeras.


“Sssthhh…oohhh…terus Don, puasin tante Don…” racaunya. Sadar aku masih memakai baju kemudian tante Stella segera melucuti seluruh pakaianku dan mengelus-elus selakanganku dan mulai meremas lembut batang kontolku.

“Burungmu besar juga ya Don…boleh gak tante jilat?”

“Boleh saja kalau tante mau…”


Dengan beringas tante Stella langsung turun dan mulai mejilati batang kontolku. AKu merasakan kenikmatan yang luar biasa sekali. Tante Stella menjilati dan mengulum kontolku dengan mahir sekali. Kurasakan kepala kontolku sampai menyentuh ujung kerongkongannya. Tak lama kemudian tante Stella merubah posisinya menjadi 69. Terlihatlah suatu pemandangan indah, bulu hitam dengan belahan merah dan segumpal daging merah kecil yang berkilau.


“Ayo jilat memek tante Don” pintanya.


Tanpa sungkan-sungkan dan membantah, langsung saja kuarahkan lidahku untuk menjelajah sambil terus menghirup harumnya kemaluan tante Stella yang bagaikan candu itu.


Usai permainan saling menjilat, tante Stella segera berbaring dan memintaku untuk berdiri sambil tangannya terus menggenggam batang kontolku dan dituntunnya ke arah memeknya.


“Ayo Don, sekarang masukan burungmu ke dalam lubang memekku” pintanya. Tante Stella membimbingku dengan menekan tubuhku hingga batang kontolku menyentuh ke bibir memeknya dan dengan sedikit dorongan akhirnya ” Bleeesss….”


“Aaaahhh….” desah tante Stella memecah kesunyian.


Sambil terus menyodokkan kontolku tak lupa aku meremas-remas toket tante Stella secara bergantian. Tanpa berkata apa-apa, tante Stella tiba-tiba membantingku dan menduduki tubuhku. Dia mulai bergerak turun naik memutar. Aku semakin takjub saja melihat keagresifan tante Stella ini. Untuk mengimbangi permainan tante Stella, kuangkat pinggulku agar kontolku bisa masuk lebih dalam dan tak lupa tanganku terus memilin putingnya. Mulut kami terus meracau dengan kata-kata yang menunjukkan kepuasan, tante Stella memintaku untuk membalikkan badannya ke posisi semula sambil memintaku untuk menyodoknya lebih cepat. Semakin lama kurasakan batang kontolku semakin berdenyut dan memek tante Stella juga kurasakan hal yang sama. Tidak lama kemudian tubuh kami mengejang dan seperti di komando kami berdua berteriak, Game Slot Online


“Arrgghhh…aaahhh….oohhh….”


Dari kemaluanku kurasakan keluar cairan nikmat dengan denyut kenikmatan dari dalam memek tante Stella dan kami saling berpelukan erat dengan nafas yang memburu sambil terus menikmati kenikmatan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata yang baru saja aku raih bersama tante Stella. Wanita yang selama ini menjadi fantasi sex ku.


Usai adegan yang tak mungkin kuhapuskan dari ingatanku, tante Stella bertanya,


“Gimana Don, puas gak? kalau lain waktu kita ulang lagi kamu keberatan gak?”

“Puas banget tante…iya aku mau, kapanpun tante butuh langsung saja kontak aku”

“Makasih ya” katanya sambil mencium mesra pipiku.


Setelah itu aku dan tante kembali berbenah dan kemudian kami berdua duduk di teras menunggu Faris pulang untuk mengantarku mencari bensin.


Usai kejadian itu kami masih terus melakukan hubungan terlarang ini secara sembunyi-sembunyi. Hal ini berakhir ketika aku memutuskan untuk menikah 4 tahun yang lalu.


Tante Stella pun berpesan padaku, “Jangan pernah khianati istrimu, karena tante sudah merasakan bagaimana sakitnya dikhianati suami.”


Dan sampai sekarang kami masih berhubungan baik, bersilaturrahmi dan saling memberi spirit di saat kami merasa jatuh. Aku sangat menghormati hubungan ini, karena pada dasarnya aku sangat menghargai tante Stella sebagai istri dan ibu yang baik.

Cerita Sex Panas Nikmatnya Memek Mama Teman Sendiri

Subscribe Our Newsletter